SETELAH lama tidak pergi ke Moro, Kecamatan Moro, di Pulau Sugi Bawah yang kebanyakan orang menyebutnya Pulau Moro, Sabtu (19/02/2022) lalu itu saya berkesempatan ke sana. Memenuhi undangan 'munduh mantu' seorang teman, H. Syafrizal. Dia adalah
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Kamis, Maret 31, 2022
Minggu, Juni 28, 2020
Profil Penulis di Buku 'Catatan Perjalanan Seorang Guru'
Lelaki kedua dari lima bersaudara kelahiran Airtiris, 11 April 1957 ini adalah anak tegar karena sejak seumur SLTA sudah harus mandiri. Kedua orang tuanya adalah orang desa dengan pekerjaan serabutan. Untuk itu dia harus bekerja sambil tetap melanjutkan sekolah.
Menamatkan sekolah dasar di Kampung Kabun, Airtiris (sekarang Desa Limau Manis Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau) pada
Rabu, Oktober 30, 2019
Guru Bersara Mau ke Dewan: Berpolitik juga Belajar, kan?
LAMA juga saya memikirkannya. Tujuh bulan menjelang bersara (pensiun) dari status PNS (Pegawai Negeri Sipil, kini disebut ASN = Aparatur Sipil Negera) saya diajak ikut bergabung ke salah satu Partai Politik (Parpol). Tentu saya terkejut. Saya masih berstatus PNS, sebagai Kepala Sekolah pada Oktober 2016 itu. Artinya masih enam bulan lagi saya harus bekerja sebagai guru yang PNS. Sesuai data tanggal lahir, masa pengabdian saya akan berakhir pada bulan Apri 2017. Undang-undang jelas melarang.
Kamis, Oktober 19, 2017
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (12)
TIADA manusia yang tiada bersalah dan tiada manusia yang bisa mengklaim dirinya tiada berdosa. Pernyataan itu benar adanya karena agama sudah menjelaskannya. Tapi sebaik-baik manusia bersalah adalah manusia yang mau dan bisa berubah dari kesalahannya. Itulah lanjutan pernyataan itu. Tegasnya, manusia bersalah yang baik itu adalah manusia yang mau berubah dari kesalahan kepada ketidaksalahan alias bertobat.
Sabtu, September 16, 2017
Memimpin Sekolah adalah Memimpin Diri (11)
INILAH pengalaman pertama saya menjadi pemimpin di sebuah sekolah. Walaupun di tahap awal dengan status 'pejabat' Kepala Sekolah saja begitu terasa baru bagi saya. Satu sisi tentu senang dan bangga namun pada sisi lain tetaplah ada rasa khawatir dan rasa takut. Pengalaman baru dengan jabatan baru, itulah yang membawa perasaan khawatir itu. Sangat-sangat disadari bahwa di balik kehormatan yang diberikan, ada tanggung jawab berat yang dipikulkan. Itu hukum yang tidak bisa dielakkan.Selasa, Juli 25, 2017
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (10)
INILAH tentang kebiasaan saya, mengajar mengaji (mengajarkan membaca alquran) di mana saja saya bertempat tinggal. Baik di Tanjungbatu, ketika saya pertama kali menjadi PNS, 1984-1985-an atau di Moro, ketika pertama kali saya dipercaya memimpin sekolah --meski baru status wakil Kepala Sekolah Pembina, waktu itu-- 1994-an dan atau di Tanjungbalai Karimun, tahun 2002 saat saya pertama kali dimutasi ke ibu kota kabupaten, Tanjungbalai Karimun.
Rabu, November 09, 2016
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (9)
BERMASTAUTIN (bertempat tinggal) di Ibu Kota Kabupaten, Tanjungbalai Karimun, ternyata sedikit banyak ikut mengubah perasaan saya setelah begitu lama tinggal di kota kecamatan, Moro. Merasa tinggal di kota yang lebih besar dan maju dari pada sebelumnya di Kota Moro atau bertempat tinggal di Kota Tanjungbatu, Kundur --ketika mengabdi di sana, 1985 s.d. 1994-- bahkan berbanding dengan tinggal di beberapa daerah kecamatan di Pulau Karimun di luar Tanjungbalai, rasanya tinggal di Tanjungbalai Karimun terasa lebih bangga. Apakah ini perasaan berlebihan atau perasaan wajar bagi seorang yang baru berpindah tempat dari daerah yang relatif sepi berbanding daerah yang lumayan ramai, boleh jadi begitu. Yang pasti, saya merasakan betapa lebih 'bernilainya' bertempat tinggal di sini. Serasa ada kehidupan baru dalam diri saya.
Rabu, Juli 13, 2016
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (8)
WAKTU bermula, bergerak dan akan terus berlalu. Di SMA Negeri 2 saya memulai tanggung jawab baru terhitung awal tahun baru, 2002 itu. Suka tak suka, langkah sudah diawali dengan kejadian 'kesurupan masal' itu. Jujur, kejadian aneh itu pastilah masih menjadi pemikiran dan perasaan saya, waktu itu. Pergumulan di perasaan ternyata jauh mengalahkan pergumulan di pikiran. Peristiwa kesurupan itu serasa terus mengganggu.Kamis, Juni 23, 2016
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (7)
SEKOLAH baru di tempat baru, kembali terjadi. Bagi seorang abdi negara yang berarti abdi masyarakat tentulah berpindah-pindah tugas dari satu tempat (sekolah) ke tempat lain adalah suatu keniscayaan dan biasa seperti itu. Mutasi tuags seorang PNS --termasuk guru, tentu-- tidak hanya akan terjadi dalam satu wilayah terbatas seperti di sebuah kabupaten tapi juga bisa antar kabupaten dalam satu provinsi. Ketika awal melamar menjadi PNS pun sudah ditandatangani kesanggupan ditempatkan dimanapun di seluruh wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini. Bukan hanya di Karimun sebagaimana yang saya alami ini. Bukan juga hanya diprovinsi ini saja.
Senin, Juni 13, 2016
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (6)
SUATU malam saya ditelpon oleh Pak Anwar Hasyim --saat ini Wakil Bupati Karimun-- yang waktu itu menjabat sebagai orang kedua (Kepala TU) pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun yang belum lama dibentuk sebagai konsekuensi lahirnya Kabupaten Karimun, mekaran dari Kabupaten Kepulauan Riau. Kepala Kantor Dinas Pendidikan waktu itu, tahun 2001 adalah Pak Said Fauzul. "Mau pindah ke Balai, tak?" tanya Pak Anwar setelah sebelumnya bertanya, apa kabar. Tentu saja saya sangat, sangat terkejut. Tidak pernah saya bayangkan akan ada tawaran pindah tugas dari Moro ke Tanjungbalai Karimun setelah lebih dari sewindu saya di sana.Selasa, Mei 10, 2016
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (5)
MEMULAI 'hidup baru' di tempat baru sebagai guru, harus saya lakoni kembali di tempat baru setelah kurang lebih delapan tahun di Tanjungbatu. Dulu, ketika pertama kali datang ke Tanjungbatu dari Pekanbaru sekitar '85-an itu, saya benar-benar merasa baru dan memulai kehidupan baru. Pokoknya, benar-benar terasa baru. Segala-gala baru.
Rabu, Januari 13, 2016
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (4)
SELAIN beberapa catatan tentang kerja-kerja 'lain' yang sudah saya paparkan itu, saya juga mempunyai beberapa catatan 'pengalaman' yang menurut saya rada lucu tapi mungkin jelek bagi orang yang akan saya ceritakan di sini. Untuk itu, akan lebih elegant jika saya tidak menyebut nama dalam memaparkan pengalaman ini. Dengan menyebut pekerjaan, secara tidak langsung sebenarnya saya sudah menyebut dengan jelas siapa yang dimaksud dalam pengalaman ini.Minggu, Desember 27, 2015
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (3)
SETELAH merasa cukup lama mengabdi menjadi guru di Tanjungbatu, ternyata ambisi untuk lebih meningkat dalam status sebagai guru muncul juga dalam hati saya. Dua tahun pertama sebagai guru, 1985-1986 memang belum berpkir untuk peningkatan karir saya, misalnya dari seorang guru, suatu saat nanti ingin menjadi Kepala Sekolah. Belum. Apalagi di sekolah, saya tidak merasakan adanya dukungan dari Kepala Sekolah saya. Walaupun saya dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas di awal sebagai guru, itu hanyalah karena terpaksa saja, menurut saya. Mengapa? Dari guru-guru yang ada waktu itu, saya dan dua teman lainnya yang satu angkatan adalah sarjana (S1) sementara selainnya hanyalah berijazah di bawahnya, D3 bahkan D2. Maka kami bertiga, semuanya ditunjuk menjadi Wakil Kepala Sekolah. Saya rasa itu hanya karena tak ada pilihan lain saja.Jumat, Desember 25, 2015
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (2)
MELAKSANAKAN tugas dan fungsi guru tentulah biasa. Itulah kewajiban saya dengan SK (Surat Keputusan) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bernomor 69234/ C/ KIV.1/ 1984 yang saya terima pada sekitar bulan September tahun 1984 itu. Sebagai sarjana Bahasa dan Sastra Indonesia, saya bertugas mengampu Mata Pelajaran (MP) Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA yang di-SK-kan. Selain menjadi guru bahasa, saya juga diberi tugas tambahan oleh Kepala Sekolah menjadi pengelola perpustakaan sekolah. Belakangan, saya bahkan dipercaya sebagai Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum.Minggu, Desember 06, 2015
Dalam Kekurangan Aku Melakukan (1)
Catatanh Kegiatan Tambahan, meskipun akan cenderung subyektif tapi saya akan menulisnya seobyektif mungkin. Keyakinan saya bahwa berbohong dalam berbagi pengalaman toh akan diketahui oleh Tuhan bahkan oleh teman-teman (masyarakat) maka tiada guna demi mencari nama akan tega berdusta. Na'uzubillah, semoga Allah menghindarkan saya dari sikap itu. (Pengantar)
SETELAH menerima SK (Surat Keputusan) pengangkatan sebagai guru di Tanjungbatu (1984) beberapa bulan selanjutnya saya langsung berangkat meninggalkan Pekanbaru, kota yang selama hampir 10 tahun saya huni,
Selasa, Desember 18, 2012
Merangkak juga Beranjak (Pengalaman Ingin Menjadi Penulis)
INILAH pengalaman saya mencoba menjadi penulis. Tidak pernah
terasa mudah. Jika dihitung angka 1-10, start dari angka nol, ketika memulainya ke angka satu atau dua saja rasanya
lama dan susah. Tapi saya tidak pernah pula mau menyerah. Saya coba terus
melangkah, melangkah, terus melangkah. Kalau perlu merangkak, jika melangkah dengan kaki berdiri belum bisa. Tapi itu saya
pikir tetap berjalan juga meski hanya dengan dua lutut dan dua tangan. Apakah sekarang sudah berada di angka empat atau lima,
saya tidak tahu juga.
Minggu, Februari 26, 2012
BAHTERA CINTA BERLAYAR SUDAH
Kisah Nyata Kepergian Isteri Tercinta
Kisah Pertama: Sore Sabtu Kelabu
Kisah Pertama: Sore Sabtu Kelabu
TIDAK pernah ada tanda-tanda yang dapat saya tafsirkan bahwa pada hari
Sabtu (16/04/11) itu, sekitar pukul 19.15 WIB akan saya hadapi ujian maha berat
seumur hidup saya, 54 tahun: berpulangnya ke rahmatullah isteri tercinta yang
teramat disayang, isteri teladan, Hj. Rajimawati binti H. Abdul Mutalib. Sampai
Langganan:
Postingan (Atom)
Postingan Terbaru
Catatan Mengikuti Workshop RBK di Hotel Nite & Day Laguna
RABU (21/10/2026) itu saya berkesempatan duduk bersama beberapa orang tokoh Kepri. Saya bertemu Pak Prof. Abdul Malik (adik kelas saya di Un...








