Minggu, 03 Juni 2018

Puisi

Siang Malang: Luka dan Duka Adakah Sejarah(Catatan Hitam di Bulan Ramadhan)

Siang malang bakda zuhur itu ketika ia datang
di sebuah simpang dukaku dan lukaku menunggu, lintang pukang ku tak mampu
ku datang dia mengalang langkah tergesa-gesa vespa tua
jalan aspal bau amis dalam gerimis, kaki dan tangan mengalir merah ku meringis
ketika hari itu ada niat
ku mau rapat bersama kerabat, itu sesungguhnya niat
berat jika ku tak buat

mulia untuk kebajikan bersama pasar impian koperasi syariah yang akan
kami akan bicarakan
siang malang aku nelangsa entah kemana

Malang memang tak dapat dialang
ketika mujur pun juga tak lagi manjur
duka dan luka menyatu di stu
di simpang yang penuh lalu-lalang
adakah cerobohku yang menghukumku
adakah dosaku yang menegur hulu hidupku
adakah karena anak gadis di depanku itu
mengganggu dan menghentikan lajuku
adakah nasibku memang ditentukan begitu karena sombongku
adakah siang malang adalah suratan dalam hidupku
siang malang aku tak tahu

Luka dan duka datang pada siang yang malang
luka tak dapat dialang dalam duka membentang
luka tak dapat ditentang pada siang tak panjang
luka tak dapat dibuang ke belakang dia ada di depanku
akankah luka tak berguna sementara dosa menyubur tanah
adakah sejarah sudah ditentukan-Nya untuk semua kita
ku terima ia selembut bulu marmut yang tak boleh tercabut
(Wonosari: 27052018)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan