Minggu, 05 Mei 2013

Disiplin Memang Perlu Latihan Serius

SALAH satu penyakit yang tidak mudah mengobatinya di sekolah adalah ketidakdisiplinan waktu. Selain tak disiplin waktu tentu masih ada yang lainnya. Tapi tidak disiplin pada waktu sangat merusak tatanan lain yang tak berkaitan dengan waktu. Maka disiplin waktu mestilah menjadi perhatian khusus dalam mengelola sekolah.


Orang yang tidak disiplin pada waktu bukan saja akan merugi karena kehilangan waktu tapi sesungguhnya juga akan merugi di bidang lain. Ketika seorang siswa datang terlambat ke sekolah berarti dia sudah kehilangan waktu belajarnya sejumlah waktu yang dia terlambat. Tapi di sisi lain dia juga akan kehilangan materi pelajaran yang disampaikan guru sebanyak materi yang dia tidak hadir pada waktu itu. Jika dalam waktu keterlambatan itu ada kegiatan lain selain proses pembelajaran berarti dia pun sudah kehilangan mengikuti kegiatan tersebut.



Bagi seorang guru, jika dia terlambat datang ke sekolah atau ke kelas yang semestinya dia mengajar pada waktu itu, berarti dia pun sudah kehilangan banyak hal. Selain kehilangan waktunya dia juga akan kehilangan harga dirinya di mata anak-didiknya yang menilai dia tidak disiplin. Pada hakikatnya setiap orang yang tidak mampu mengelola waktu sehingga sering tidak disiplin waktu (terlambat) maka dia akan menjadi orang yang sangat merugi.

Sebenarnya disiplin waktu atau bahkan disiplin apapun jua dapat dilatih dengan bersungguh-sungguh. Harus dicamkan betul dalam hati untuk melaksanakan kedisiplinan itu dengan sebaik-baiknya. Memang, perlu latihan yang serius untuk melakukannya. Tidak bisa langsung menjadi disiplin jika tidak terlebih dahulu dimulai dengan latihan. Dan latihan diri ini tidak boleh angin-anginan alias hangat-hangat tahi ayam. Harus konsekuen. Kapan dan untuk masalah apapun wajib dipaksakan untuk disiplin.

Laitahn yang terus-menerus akan membuat seseorang untuk mampu melakukan apa yang sebelumnya mungkin tidak mampu. Belajar naik sepeda misalnya, yang semula tidak bisa pasti akan bisa jika terus-menerus latihan dan berlatih pula dengan bersungguh-sungguh dan serius. Begitu juga aktivitas lainnya. Pasti akan bisa jika mau berlatih dan secara bersungguh-sungguh pula latihannya.

Kesimpulan kita, persoalan rendahnya disiplin di sekolah akan dapat diobati dengan beraltih untuk berdisiplin secara individu oleh wara sekolah. Dari Kepala Sekolah, guru, pegawai Tata Usaha hingga ke siswa wajib berlatih secara pribadi untuk mendisiplinkan diri masing-masing. Jika setiap orang sudah  berdisiplin maka secara keseluruhan sekolah tersebut akan menjadi sekolah yang berdisiplin. Semoga.***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman