Minggu, 02 Desember 2018

Catatan Tersisa dari Seminar Nasional PGRI: Guru Menuju Industri 4.0

DALAM rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ualng Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-73 Provinsi Kepri tahun 2018, Pengurus Daerah (PD) PGRI Provinsi Kepri melaksanakan satu kegiatan, Seminar Nasional bertema "Mewujudkan Guru Sebagai Penggerak Perubahan Menuju Indonesia Cerdas, Berkarakter dalam Revolusi Industri 4.0" yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Ibu Dr. Unifah Rosyidi, MPd. Kegiatannya dilaksanakan pada 21 November 2018 dengan PD PGRI Kabupaten Karimun sebagai tuan rumah.

Menjadi pembicara pada seminar ini adalah Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun dan Kepala BLH Provinsi Kepri selain Ketua Umum PB PGRI, Ibu Unifah sendiri. Hadir sebagai peserta seminar adalah para guru se-Kabupaten Karimun ditambah beberapa orang guru sebagai perwakilan PGRI kabupaten lain di luar Kabupaten Karimun. Menurut informasi ada 3.000-an guru berkumpul di Gedung Olahraga Tertutup, Badang Perkasa, Karimun.

Ketiga panelis tampil secara berurutan dengan masing-masing diberi kesempatan kurang lebih 20 menit untuk menyampaikan materi seminar. Catatan yang cukup menggembirakan hati para guru adalah ketika Ketua PB PGRI menjelaskan beberapa langkah yang disampaikan kepada presiden untuk membuat para guru lebih tenang dalam melaksanakan tugas. Ketiga harapan itu adalah, 1) Mohon disederhanakan kewajiban administrasi dalam bertugas. Kata Bu Unifah, saat ini begitu rumitnya admistrasi yang wajib dibuat guru.

2) Meminta tunjangan yang dijanjikan Pemerintah dibayarkan penuh. Tidak boleh ada alasan keuangan untuk membayar tunjangan hanya sebagian saja. Khusus di Karimun (Kepri) dengan banyaknya sekolah terpencil jauh di pulau, harusnya tunjangan daerah terpencil itu diberikan dengan jumlah yang memadai. 3) Meminta perhatian khusus untuk para guru honorer. Saat ini, pendidik dan tenaga kependidikan honorer ini merasa tidak mendapat perhatian dari Pemerintah. Selain prospek untuk menjadi PNS yang tidak jelas, ditambah penghasilan yang sangat jauh dari mencukupi.

Itulah tiga harapan guru, yang menurut panelis dari Jakarta itu sudah disampaikan kepada presiden.  Jika presiden memenuhi perintaan ini, tentu saja para guru akan bangga dan lebih bersemangat lagi dalam menunaikan tugas sebagai guru. Bagi guru, ketiga hal itu memang masalah yang sepanjang waktu selalu menjadi persoalan. Berdoalah kita, semoga harapan itu menjadi kenyataan di masa yang akan datang.

Tentang materi presentasi yang berkaitan dengan Industri 4.0 yang lebih banyak disampaikan oleh Gubernur Kepri, bukan tidak penting. Guru pasti menyadari bahwa ke depan era digital dan internet adalah era yang akan menguasai industri. Para guru wajib bersiap menyongsong ini. Guru tidak boleh terlena dengan keadaan selama ini. Guru akan tergiling jika tidak mengikuti perputaran zaman itu. Semoga saja semua guru bersiap untuk apapun yang akan terjadi ke depan. Semoga!***

1 komentar:

Silakan