Selasa, 24 Oktober 2017

Puisi: Tangis Seorang Anak Muda


ku kirimkan tangis ini
atas selaksa pembantaian manusia di bumi
yang tidak tahu siapa
berdosa kepada siapa
siapa bersalah atas siapa
yang membunuh sesama manusia


ku kirimkan tangis ini
atas perbuatan fir'aun yang kembali ada
menjelma
menyiksa dan memaksa siapa saja yang tidak mematuhinya
segala apa yang dia tidak suka
segala apa yang dia tidak duga
dan darah mengalir di mana saja
permusuhan disabung dengan air mata

ku kirimkan tangis ini
sebagai senjata
untuk membunuh mereka yang serakah
yang memaksa rakyat karena kuasa
yang menyiksa rakyat karena jiwa celaka
yang menyengsarakan rakyat karena kuasa
nyahlah semuanya
nyahlah malapetaka
matilah angkara murka

ku kirimkan tangis ini
kini aku sudah tidak punya apa-apa
kini aku sudah kering air mata
tapi perang dan pernusuhan belum reda
pertelingkahan masih ada
pembunuhan tidak pernah sudah
dunia buta tidak berbuat apa-apa
syaitan dan iblis berpesta pora
di balik hati kita yang berdusta

pemuda
mari angkat senjata tanpa amarah
mari berperang melawan angkara murka tanpa darah
mari bersatu menyatu untuk jalan yang satu
cita-cita dan negeri kita yang satu
pemuda, tangis ini bukan untukmu

(Coastal Area Malam Minggu, 29/10/16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan