Senin, 24 April 2017

MTQ Kabupaten Karimun: Memurnikan Prestasi

TIDAK dipungkiri di setiap ajang MTQ (Musbaqah Tilawatil Quran) selalu ada nuansa persaingannya. Tidak selalu sekadar lomba membaca dan memahmi kitab suci untuk mendapat berkah dan pahala dari Yang Maha Suci saja. Lebih dari itu semua, antar kafilah tetap juga ada rasa ingin meraih juara.

Tidak masalah, sebenarnya nuansa persaingan yang mengiringi setiap lomba membaca alquran. Tidak salah juga keinginan untuk meraih yang terbaik. Bukankah berlomba untuk kebaikan itu juga merupakan ibadah mulia di sisi Yang Maha Berkuasa? Fastabiqulkhairoot, begitu bunyi dalam alquran itu sendiri.

Beberapa hari lalu, persisnya 15 s.d. 20 April 2017 ada perhelatan akbar lomba membaca ayat-ayat suci alquran dan atau lomba menyampaikan pemahaman isi kandungannya utuk tingkat kabupaten. Setelah 12 kecamatan se-Kabupaten Karimun menyelesaikan MTQ Tingkat Kecamatan di awal Maret lalu inilah saatnya MTQ Tingkat Kabupaten dilaksanakan sebagai ajang penentu terbaik di antara terbaik hasil MTQ Tingkat Kecamatan. Sesuai Surat Keputusan Bupati Karimun Nomor 127 tahun 2017, Kecamatan Meral Barat ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ ke-9 Kabupaten Karimun 2017 itu.

Tidak dapat dinafikan bahwa persiangan antar kecamatan untuk mendapatkan juara terbanyak dalam cabang-cabang yang dilombakan akan tercermin, sejak persiapan hingga pelaksanaannya. Setiap kecamatan yang dikomandoi oleh Camat, Sekcam dan atau Kepala Kantor Urusan Agama (Ka-KUA) akan berusaha untuk meraih juara terbanyak agar kecamatannya mendapatkan predikat juara umum. Untuk meraih predikat Juara Umum inilah segala usaha dan cara dilakukan.

Dalam MTQ yang setiap tahun --sejak tahun 2013-- dihelat oleh Kabupaten Bersih Berazam ini perburuan juara umum memang menjadi salah warna dri MTQ Kabupaten. Untuk tahun 2017 yang baru saja selesai itu, Kecamatan Meral Barat yang adalah tuan rumah pelaksana, keluar sebagai Juara Umum dengan mengumpulkan 64 poin sementara di tempat kedua diraih oleh Kecamatan Meral dengan nilai 51 point.

Bagi masyarakat sesungguhnya prestasi-prestasi yang diraih itu tentu saja adalah sebagai sebuah kebanggaan semua orang. Tidak hanya kebanggaan massrakat kecamatan bersangkutan. Sebagai sesama warga kabupaten 'bersih-berazam' Karimun tentu saja semua kita berhak bangga karena para peraih prestasi itu nanti akan mewakili kabupaten di ajang MTQ Provinsi.

Di sinilah ada sesuatu yang layak didiskusikan. Presetasi yang diraih oleh kafilah kecamatan itu, ternyata ada beberap peserta yang sedikit mengganggu perasaan. Mereka ternyata ikut mewakili kecamatan tertentu bukan karena motivasi untuk membela kabupaten pada MTQ yang lebih tinggi. Tapi ternyata hanya sekadar membela kecamatan itu saja sekaligs untuk mendapatkan hadiah. Inilah yang ahrusnya dimurnikan.

Bahwa ada peserta daerah tertentu mewakili kecamatan tertentu, sesungguhnya itu bukanlah sebuah kesalahan dan dosa. Selama administrasinya memenuhi syarat, maka keikutsertaannya tidaklah ilegal. Dan seharusnya keikutsertaan itu adalah dengan niat mewakili kecamatan sekaligus kabupetan nantinya jika berhasil meraih juara pertama.

Namun ketika terbukti para peserta itu hanya mengejar juara, termasuk sekadar memenangkan kecamatan tertentu karena diming-iming hadiah, itulah sebuah kesalahan yang mungkin tidak disadari oleh peserta. Mereka telah menyalahgunakan kemampuann membaca alqurannya hanya karena hadiah belaka. Di sinilah tidak murninya prestasi yang diraih kecamatan tersebut. Seharusnya tidak masalah sebuah kecamatan menggunakan para qori/qoriah dari daerah lain asal saja yang bersangkutan akhirnya bersedia menjadi warga daerah kecamatan yang dia wakili. Kelak mereka akan menjadi motivasi bagi peserta lain yang prestasinya belum mumpuni.

Ke depan, inilah fenomena yang harus diperhatikan pemerintah daerah dan panitia pelaksana MTQ. Jangan sampai sebuah kecamatan memburu juara dengan mengutus para peserta yang tidak sesuai dengan ketentuan. Tidak dilarang mendatangkan para peserta selama koridor hukumnya terpenuhi. Memurnikan prestasi yang akan diraih adalah kewajiban bagi semua orang.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman