Sabtu, 28 Maret 2015

Ketika Siswa Belajar Mandiri dalam Berkreasi

KETIKA salah seorang guru melaporkan keinginan siswa untuk mengadakan apresiasi seni dalam bentuk pentas seni (Pensi) sesama siswa kepada Kepala Sekolah, langsung saja saya menyetujuinya. Satu yang terpikirkan adalah bahwa ide untuk melaksanakan pensi ini adalah ide kreatif dan kesempatan membimbing dan membina peserta didik melalui praktik langsung. Dan itu adalah sebuah motivasi tertentu bagi siswa.

Beberapa hal yang menjadi kekhawatiran adalah masalah biaya, keamanan dan ketertiban kegiatan itu sendiri. Bagaimanapun, kegiatan yang melibatkan anak-anak muda seusia SMA dengan waktu kegiatan di malanm hari, pastilah tidak akan selalu mudah dari sisi keamanan dan ketertiban. Akan selalu ada berbagai kendala dan tantangannya.

Dari segi pembiayaan, dipastikan kegiatan Pensi itu akan memerlukan biaya yang cukup besar. Untuk keadaan sekolah seperti SMA Negeri 3 Karimun, tempat kegiatannya sudah menjadi satu masalah. Sekolah ini belum memiliki aula atau ruang serba guna yang dapat dipakai untuk aktivitas semacam pensi. Jika harus dilaksanakan di lokasi sekolah, itu berarti harus di lapangan dengan memasang tenda dan keperluan lainnya. Sewa tenda adalah satu hal yang memerlukan biaya yang tidak sedikit juga. Jika harus menyewa gedung? Tentu juga biaya.

Untuk pengisian acaranya, misalnya juga merupakan tantangan kebutuhan biaya lain yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Satu, dua atau berapa item kegiatan yang akan dilaksanakan, jelaslah akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk tampilan sebuah drama saja, sudah akan memerlukan berbagai kebutuhan biaya. Para pemain dengan aneka kostum serta pendukung lainnya, jelas semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Para Siswa Lagi Mempersiapkan Tenda
Informasi dari Wakil Kepala Sekolah Urusan  Kesiswaan yang bertanggung jawab dalam kegiatan dan aktivitas siswa ini dijelaskan bahwa materi kegiatan siswa yang akan tampil dalam pensi pertama ini cukup banyak. Kepada setiap peserta yang ikut dalam kegiatan eskul, diberi kesempatan untuk menampilkan salah satu kreasinya. Itu berarti akan ada sekurang-kurangnya 9 (sembilan) jenis kegiatan dalam pensi ini sesuai cabang ekskul yang ada di sekolah ini. Begitu banyak dan pasti akan memerlukan begitu besar biaya juga.

Mengingat biaya dari sekolah melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sangat terbatas, maka sebagian biaya itu akan ditanggulangi sendiri oleh para siswa. Mereka ternyata bersedia. Mereka benar-benar berpartisipasi aktif (dari semua segi) dalam kegiatan ini. Dan itu semua, menurut para guru pembina adalah untuk mendidik dan mengajar para siswa untuk mandiri dalam kreasinya ini. 

Tentu saja yang jauh lebih utama dari kegiatan Pensi ini adalah nilai-nilai motivasi yang ada pada setiap siswa. Mereka, sesungguhnya telah menunjukkan kepada warga sekolah khususnya dan masyarakat secara umum bahwa motivasi yang tinggi akan mampu menembus berbagai kendala yang dihadapi untuk sebuah kreasi. Ok, semoga saja mereka akan sukses dalam kegiatan itu nanti.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan