Sabtu, 15 Maret 2014

Empat Sukses MTQ Provinsi

PEMERINTAH Daerah Karimun melalui Panitia Pelaksana MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah bulat bertekad. Karimun sebagai tuan rumah MTQ dua tahunan Provinsi Kepri sangat ingin agar pelaksanaan MTQ sukses. Tidak main-main, bupati meminta masyarakat Karimun khususnya panitia pelaksana untuk benar-benar bekerja keras demi suksesnya MTQ penuh makna ini.

Ada tiga sukses (tri sukses) yang dicanangkan Pemerintah dalam bekerja melaksanakan kegiatan MTQ kali ini. Mungkin sudah merupakan harapan klasik bagi tuan rumah manapun ketika diberi kepercayaan menjadi pelaksana even sebesar MTQ Provinsi ini untuk sukses. Tiga sukses yang menjadi moto pelaksanaan MTQ ke-5 Provinsi Kepri di Karimun adalah, 1) sukses sebagai tuan rumah; 2) sukses sebagai pelaksana dan 3) sukses sebagai juara. Sangat mulia.

Dalam beberapa kesempatan, baik bupati sebagai penanggung jawab penyelenggara maupun wakil bupati atau Sekda sebagai Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan 'tri sukses' itu. Sukses pertama adalah sukses sebagai tuan rumah. Maksudnya adalah agar Karimun sebagai kabupaten yang mendapat giliran kepercayaan dari masyarakat Kepri diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang baik selama MTQ berlangsung. Dengan enam kabupaten/ kota sebagai tamu yang akan datang ke bumi berazam, jelas sangat berat untuk membuat para tamu itu senang dan bahagia berada di Karimun selama pelaksanaan MTQ.

Sebagai tuan rumah, kata bupati, Karimun harus bisa melayani dan menyediakan segala keperluan tamu. Hotel atau tempat tinggal, makan-minum, transportasi dan aneka kebutuhan lainnya, kiranya mampu disediakan oleh tuan rumah. Dengan begitu banyaknya tamu nantinya, jika pemerintah dan masyarakat tidak bahu-membahu dalam melaksanakannya tentu saja tidak tercapai harapan sebagai tuan rumah yang baik itu. Inilah yang selalu diingatkan bupati dalam setiap kesempatan berbicara kepada masyarakat baik langsung mapun melalui media masa.

Sukses kedua adalah sukses dalam penyelenggaraannya. Artinya panitia wajib melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Dari masa pendaftaran sampai ke acara pambukaan dan acara pokok serta penutupan diharapkan jangan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Bupati bahkan mengingatkan sampai ke hal-hal teknis seperti penyiapan pengeras suara (mick), penerangan (lampu) dan lain-lainnya. Jika perlu buatlah pelaksanaan itu sebaik mungkin  sehingga semua orang, khususnya tamu terkesan dan kagum mengikuti pelaksanaan kegiatannya. Bayangkan jika dalam salah satu kegiatan lomba atau di acara pembukaan/ penutupan terjadi gangguan mick atau lampu yang mati, jelas itu akan sangat memalukan. Ini jangan terjadi, kata bupati.

Lalu sukses ketiga, sukses sebagai juara, maksudnya bagaimana Karimun mampu menampilkan pesertanya dengan prima sehingga oleh Dewan Hakim diberi predikat terbaik. Tentu tidak mudah karena akan tergantung sejauh mana kesiapan peserta MTQ Kafilah Karimun. Apakah mereka akan mampu tampil lebih baik dari pada peserta kabupaten/ kota lain? Itulah pertanyaan pokoknya. Jika bisa lebih hebat dari pada utusan kabupaten/ kota lainnya maka itulah baru disebut sebagai sukses ketiga.

Untuk sukses ketiga ini ada misi khusus dari Pemda Karimun. Setelah dua kali berturut-turut (2010 di Kota Batam dan 2012 di Bintan) Kabupaten Karimun mampu menyabet predikat Juara Umum, bupati berharap agar di kali ketiga (2014) ini Karimun kembali mampu merebut Juara Umum. Mengapa? Karena jika mampu mempertahankan Piala Bergilir Provinsi untuk ketiga kali berturut-turut maka --sesuai ketentuan-- piala itu akan menjadi milik Karimun untuk selamanya. Dan untuk target besar ini bahkan bupati sudah membuat 'monumen' Tugu MTQ berbentuk piala juara umum dengan ukuran sangat besar berbanding piala aslinya yang rencananya akan diresmikan bersempena pelaksanaan MTQ ke-5 ini. Tugu itu dibangun di saimpang tiga Jalan Costal Area yang merupakan lokasi wisata baru di Kota Karimun.

Saya sendiri --mungkin juga lainnya-- berpikir tidak cukup hanya sampai batas tiga sukses saja. Ada satu 'sukses' yang jauh lebih penting dari pada sukses yang sudah dijelaskan. Itulah sukses pribadi dalam mengamalkan isi-kandungan alquran itu sendiri. Betapa tidak akan bernilainya tri sukses itu jika ternyata MTQ ini hanya sekedar lomba saja. Di dalam ajang lomba dua tahunan yang menguras dana rakyat begitu besar, tidak akan cukup bermakna jika ternyata masyarakat tidak menjadikan momen ini sekaligus sebagai kesempatan untuk mengamalkan isi dan kandungan alquran. Alquran dibacakan (tartil/ tilawah), dilukis (kaligrafi/ khoth) atau disyarahkan (syarhil) tapi jika alquran tidak diamalkan, apalah artinya MTQ ini.

Carut-marut pelanggaran hukum baik hukum negara maupun hukum agama oleh rakyat bangsa ini, merupakan bukti betapa isi kandungan alquran belum teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Korupsi, manipulasi, pencurian dan perampokan, malas beker dan tidak jujur, serta banyak lagi, itulah bukti bahwa bangsa ini memerlukan pedoman kehidupan seperti alquran. Maka seharusnya perlu ditambahkan tiga sukses itu menjadi empat sukses. Dan sukses keempat adalah sukses yang teramat penting untuk dibuktikan. Semoga masyarakat Karimun mampu memlopori sukses keempat ini. Insyaallah akan menjadi contoh pada MTQ yang akan datang di daerah lainnya. Semoga!***

2 komentar:

  1. Blognya sangat menarik, pak. Saya juga baca perjalanan bapak ke Thailand di Kompasiana. Senang sekali bisa berjumpa dengan yang hobi jalan2 dari Karimun. Saya baru saja pulang melakukan perjalanan serupa dari Bangkok.

    Saya dari Kundur. Minggu lalu sempat transit di Karimun semalam. Sayang tidak sempat berjumpa dengan bapak untuk cerita2 karena baru tau blognya, hehe. Salam.

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah membaca. Semoga nanti kita berjumpa. Ini masa yang bagus karena ada acara MTQ Provinsi di Karimun. datanglah ke Karimun. No HP saya 08127094687

    BalasHapus

Silakan