Minggu, 27 Oktober 2013

Catatan Kepulangan Haji Karimun: Kemudahan adalah Ujian

PERJALANAN 42 hari jamaah haji Kabupaten Karimun berakhir hari ini, Ahad, 27 Oktober 2013. Berangkat meninggalkan Karimun pada 16 September lalu, 104 jamaah calon haji --waktu itu-- yang kini sudah menjadi haji- hajjah itu kembali dengan selamat ke Bumi Berazam, Karimun sore Ahad ini.
Alhamdulillah mereka semua selamat sejumlah berangkat dulu. Begitu kira-kira laporan Kakankemenag Kabupaten Karimun, H. Afrizal ketika memberi laporan kepada bupati, di masjid Baiturrahman selepas magrib dalam satu acara Penyambutan Haji Kabupaten Karimun. Acara diadakan di masjid megah itu selepas sholat magrib karena para haji- hajjah tiba di Karimun dari Batam menjelang magrib. Setelah disambut bupati dan para pejabat teras Karimun di Pelabuhan Karimun, para haji-hajjah itu langsung dibawa ke masjid. Sesuai rencana, prosesi penyambutan dilaksanakan di situ.

Pada acara yang dihadiri juga oleh para sanak-saudara yang sudah menanti sejak sore, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Karimun memberikan laporannya kepada bupati dan hadirin yang ada. Setelah laporan Kepala Staf Haji Kabupaten itu, masih ada sambuatn 'kesan-pesan' dari salah seorang jamaah. Terakhir pidato pengarahan dari Bupati Karimun, H. Nurdin Basirun.

Dalam pengarahannya bupati memberikan motivasi kepada para haji-hajjah yang tampak dalam keadaan lelah itu. Perjalanan panjang dari Jeddah Mekkah hingga ke Hang Nadim, Batam lalu mengikuti acara prosesi penyambutan di Asrama Haji Batam, dan diteruskan lagi perjalanan ke Karimun, tentu saja itu sangat melelahkan. Dari pelabuhan ke masjid juga memerlukan waktu dan tenaga. Selesai magrib, mengikuti acara ini lagi. tentu saja sangat menguras tenaga dan pikiran mereka.

"Saya tahu dan mengerti kalau Bapak-bapak dan Ibu-ibu haji sangat lelah," kata orang nomor satu Karimun itu dalam pidatonya. "Tapi inilah ujian tambahan buat bapak dan ibu. Ini juga akan menjadi ujian mabrur-tidaknya ibadah haji bapak- ibu. Apakah bisa sabar?" katanya dengan nada tanya sambil tersenyum. Tentu saja para dhuyufurrohman itu tetap sabar mengikuti acara. Bupati berharap agar para haji dan hajjah terus mempertahankan samangat ibadah yang sudah dibuktikan di Tanah Suci. Selain itu, bupati juga meminta terus mendoakan daerah Karimun agar terus aman dan tentram serta rakyatnya sejahtera. "Doa bapak-bapak dan Ibu-ibu masih akan terus diijabah Allah sampai 40 hari ke depan," katanya meminta.

Sebagai penutup, tampil Wahab Sinambela, Pembimbing Haji Daerah (yang dipercaya bupati mendampingi jamaah calon haji Karimun) untuk berdoa. Sebelum berdoa, dia sempat memberikan kesannya dalam bertugas, sesuai permintaan bupati. Salah satu yang disampaikannya adalah 'ujian kemudahan' yang diterima jamaah Karimun. Menurut Sinambela, jamaah haji keloter 7 (tujuh) gelombang I ini benar-benar mendapat kemudahan dan fasilitas yang baik selama di Tanah Suci. Dia menyebut salah satu contoh kemudahan itu adalah dekatnya tempat tinggal (rumah) para jamaah dari masjid, baik di Madinah maupun di Mekkah. Nah, kemudahan itu merupakan ujian dari Allah. Jadi, ujian itu bukan hanya kesulitan. Begitu dia mengingatkan para hadirin.

Saya setuju nasihat ustaz itu. Selama ini, pandangan orang bahwa ujian itu hanyalah kesulitan belaka. Padahal kenikmatan dan kemudahan adalah ujian yang sama. Kekayaan juga ujian, katanya. Dan manusia, apalagi sudah haji, harus lulus dari ujian seperti itu. Jangan sampai gagal. Kemudahan, apapun bentuknya seharusnya memang termasuk sebagai ujian dari Tuhan. Apakah manusia akan sombong, angkuh dan lupa diri dengan kesenangannya? Itu artinya manusia gagal dalam ujiannya. Semoga saja para haji- hajjah khususnya, dan kita semua pada umumnya dapat lulus dari ujian yang diberikan Tuhan.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan