Minggu, 27 Januari 2013

LDK Untuk Apa?

HARI Jumat (25/01/13) lalu saya membuka secara resmi pelatihan kepemimpinan bagi para pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMA Negeri 3 Karimun masa bakti 2012/ 2013. Kegiatan yang diberi titel LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) OSIS SMA Negeri 3 itu diikuti seharusnya 40-an orang pengurus OSIS periode 2012/ 2013. Tapi yang hadir, saat saya membuka itu kurang dari 30 orang. Sebagian tidak bisa ikut dengan berbagai alasan.

Kegiatan LDK memang kegiatan rutin bagi setiap pengurus OSIS baru di sekolah-sekolah yang sudah tertib dan teratur perencanaan dan pelaksanaan kepengurusan OSIS-nya. Sudah merupakan program tetap dari OSIS untuk mengadakan LDK bagi setiap anggota kepengurusan yang baru. Dan untuk tahun 2012/ 2013 para pengurus OSIS SMA Negeri 3 Karimun memang belum mengikuti LDK karena sekolah belum sempat melaksanakannya sejak dikukuhkan beberapa waktu sebelumnya. Begitu penjelasan dan laporan Pembina OSIS  kepada Kepala Sekolah.

Walapun agak terlambat mengingat pengukuhan kepengurusan OSIS sudah sejak dua bulan yang lalu, kegiatan ini tetap dilaksanakan juga. Ini memang program kesiswaan yang dilaksanakan oleh pembina OSIS. Pertanyaannya masihkah perlu LDK ini jika ternyata sebagian pengurus tidak bisa ikut? Padahal pelatihan kepemimpinan ini memang penting dan sangat diperlukan oleh para pengurus OSIS yang baru sebagai langkah dalam mengemban tugas. Sebagai pemimpin OSIS baru, mereka tentu saja masih belum berpengalaman dalam mengurus organisasi siswa itu. Untuk itu diperlukan pelatihan ini. Dan sejatinya kegiatan ini sudah terlaksana begitu pengukuhan pengurus baru di bulan September 2012 itu.

Makanya kegiatan ini harus tetap dilaksanakan karena dipandang penting sebagai bentuk persiapan dalam tugas yang akan dijalankan. Karena kegiatan ini dianggap penting dan juga menghabiskan dana OSIS yang cukup besar maka tidak seharusnya begitu ramai pengurus baru tidak bisa ikut. Sejatinya, semua pengurus baru wajib mengikutinya. Jika kenyataannya tidak, maka kiranya para pengurus OSIS yang berkesempatan ikut dalam LDK ini dapat mengikutinya dengan penuh semangat, penuh gairah dan penuh perhatian karena membawa misi penting yang nantinya berkewajiban menyampaikan kepada rekan-rekan yang tidak bisa ikut sekarang. Pengurus yang berkesempatan ikutlah yang akhirnya berkewajiban pula menularkan ilmu ini kepada pengurus baru lain yang tidak bisa ikut. 

Selama tiga hari dan dua malam mereka akan digembleng oleh para guru SMA Negeri 3 Karimun untuk lebih memahami bagaimana mengelola dan mengurus organisasi seperti OSIS ini. Mereka tidak dibenarkan kembali ke rumah selama mengikuti LDK ini. Mereka harus bermalam dan tidur di sekolah bersama para pembina yang melaksanakan kegiatan ini. Ada beberapa praktik kepemimpinan dan praktik kepribadian yang wajib diterapkan selama masa penggemblengan ini.

Setelah dibuka oleh Kepala Sekolah, sekaligus dilanjutkan oleh Kepala Sekolah sendiri memberikan materi pertama sesuai jadwal yakni "Manajemen Kepemimpinan OSIS" selama kurang-lebih 90 menit. Dengan menggunakan infocus, Kepala Sekolah menyampaikan materi tentang kepemimpinan OSIS tersebut. Dan karena waktu yang pendek, menjelang solat Asar materi pertama tidak selesai disampaikan. Kegiatan akan dilanjutkan setelah solat Asar dan akan dilanjutkan lagi hingga sesuai dengan jadwal yang sudah disusun.

Apakah LDK memang perlu? Itu pertanyaan yang mengganggu karena keterlambatan waktu pelaksanan kegiatan ini. Masa tiga bulan sejak seharusnya dilaksanakan, tentu saja itu waktu yang cukup lama menantinya. Bagaimanapun, LDK memang perlu. Mereka harus mengikuti dan melaksanakannya dengan baik agar tercapai tujuan diselenggarkannya LDK ini. Sebagai program OSIS, maka eksistensi OSIS juga akan diukur dari kegitan ini. 

Tentang ramainya pengurus yang tidak bisa ikut dengan alasan sebagian orang tua tidak mengizinkan anaknya bermalam di sekolah, maka kendala ini mestinya sudah diantisipasi sejak awal pembentukan kepengurusan. Tegasnya, memang tidak boleh ada yang tidak ikut. Bahkan, jika sejak awal sudah merasa tidak akan ikut LDK yang waktunya bisa sampai malam hari, maka pengurus tersebut tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi pengurus. Panitia pemilihan pengurus OSIS tidak harus memberi amanah berat ini kepada mereka. Harusnya orang tua masing-masing siswa sudah mendapat informasi akan adanya LDK. Dengan begitu orang tua siswa akan memberi izin anaknya untuk mengikuti LDK. Jika tidak mau ikut, lalu untuk apa LDK dibuat? Nyatanya, LDK sudah berjalan dengan baik dan hasilnay juga sangat baik.***

2 komentar:

  1. dibenarkankan kah LDK di adakan sebelum pemilihsn OSIS dalam artian kepada para calon osis?

    BalasHapus
  2. Boleh saja, rekan M. Sutrimo.

    BalasHapus

Silakan