awak kirimkan jua, singkat
buat pengingat yang pernah tercatat
sejak lama dahulu
dua puluh empat tahun silam berlalu, kawan
ada sumpah menjaga marwah di hilir dan hulu memupus dendam
dari pulau ke pulau nun jauh
tertulis pada lembaran tekad sejak September itu
terlukis gambarnya di kamvas rasa yang terpendam lama
tertata jua ukirannya pada karang emosi yang pernah pecah
tersebab saling menghadap-hadapkan angkuh
sepucuk surat:
semua kita adalah semua kawan, kata kawan-kawan
kita sepakat semua berpelukan untuk satu jalan
kawan, kita mesti melawan mereka
sepakat memancang amanah menyauh marwah di palung rasa
sepakat satukan laut dan darat tanah segantang lada
telagah angkara di
balik murka kita singkirkan
agar bodoh dan miskin tak diabadikan
dua puluh empat tahun berlalu
akankah sauh hanyut dilabuh
akankah pancang marwah tergoyah
limbung diputar pancaroba masa
tersebab peneraju kemudi abai memelihara kata
sepucuk surat:
akankah kawan-kawan tidak lagi berkawan
karena pulau-pulau dipasang ranjau
karena pulau-pulau membuat silau
pun datok nenek kita akan dihalau
usah dibiar suara dan amarah bergumul galau
usah dibiar sauh hanyut karena bercekau
padahal waktu tak hendak rela menunggu
Karimun, 27082026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beri Komentar