Rabu, 17 September 2014

Sikap adalah Martabat: Pesan Buat Siswa

MTQ juga pendidikan sikap
SETELAH Kurikulum 2013 (K13) dilaksanakan, perhatian lebih besar kepada sikap (karakter) peserta didik di sekolah ditingkatkan. Jika sebelumnya penilaian sikap hanya menjadi bagian kecil dari penilaian untuk kriteria keberhasilan peserta didik, maka di K13 porsinya diperbesar. Tiga aspek penilaian yang menjadi acuan berhasil-tidaknya siswa, selain pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psychomotorik) juga sikap (afektif).

Guru dalam mengelola pembelajaran, selain kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan, kompetensi yang berkaitan dengan sikap juga diperhatikan. Keberhasilan siswa tidak lagi diukur hanya dari pengetahuan saja. Bahkan juga tidak sekadar pengetahuan dan keterampilan saja tapi juga sikap siswa tersebut. Sikap menjadi salah satu aspek penilaian untuk keberhasilan siswa.

Penilaian sikap, sesungguhnya tidak hanya untuk kepentingan penilaian sebagai bukti keberhasilan pembelajaran di sekolah saja. Sesungguhnya penilaian sikap atau karakter atau akhlak/ budi pekerti adalah ukuran dan bukti harga diri dan martabat dari seseorang (siswa) itu sendiri. Sebagai manusia yang memiliki harga diri dan martabat, sesungguhnya ukuran harga diri itu terletak dari sikap itu sendiri. Seorang siswa yang diharapkan kelak menjadi orang terhormat, mestilah belajar menghormati dirinya sedari sekarang.

Untuk itu, para guru akan selalu mengingatkan bahwa penilaian sikap yang dilakukan di sekolah tidak sekadar penilaian untuk keperluan nilai pengisi buku rapor (laporan pendidikan) belaka. Lebih utama dari penilaian sikap yang dikaitkan dengan proses pembelajaran itu adalah untuk menjadikan peserta didik memiliki sikap yang baik dan bermartabat. Tindak-tanduk keseharian dalam kehidupan itulah yang akan menentukan bagaimana sebenarnya harga diri dan martabat seorang siswa. Guru sebagai orang yang diberi tanggung jawab dalam membina dan mengembangkan sikap siswa, dituntut untuk menunaikan tugas berat ini dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas. Insyaallah harga diri dan martabat peserta didik akan terbina dengan baik. Semoga!***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan