Minggu, 15 Juni 2014

Karena Bola, Libur Malah Lembur

Lembur
Malam Ahad hingga pagi Ahad (15/ 06) ini lembur
Nonton piala dunia di rumah mertua
Dari malam hingga ke ujung malam
Ada beberapa partai laga di Brazil sana


Alhamdulillah dapat juga menyaksikannya
Antara tidur dengan tidak mata terus memlototi layar kaca
Siaran piala dunia yang adanya
Hanya sekali dalam empat tahunnya
Kesempatan libur dipakai untuk nonton lembur


Catatan mirip puisi itu merupakan bunyi status facebook -https://www.facebook.com/mrasyidnur-- saya pada hari Ahad (15/ 06) ini. Saya menulisnya sebagai ungkapan rasa puas sekaligus ngantuk di pagi hari selepas menyaksikan tiga partai laga piala dunia yang berlangsung di Brazil sana. Seperti hari-hari biasa, saya memang tetap menyempatkan menulis satu dua kalimat --apa saja-- di dunia maya. Jika tidak sempat menulisnya di blog pribadi atau blog sosial lainnya, saya akan menulisnya di akun facebook saja. Sekalian tetap menyambung silaturrahim di dunia maya.

Jujur saja, kesempatan menonton pertandingan sepakbola ini buat saya sangatlah berarti. Sebagai penyuka sepakbola (dulu, ketika masih muda juga ikut-ikut bermain bola) kesempatan menyaksikan laga piala dunia tahun 2014 ini terasa sebagai kesempatan yang penuh harga. Ternyata untuk menyaksikan piala dunia tahun ini buat saya tidaklah mudah seperti empat tahun lalu itu. Itu semua tersebab untuk menyaksikan tayangan langsung piala dunia memang tida ada di semua televisi.

Sudah sama-sama kita ketahui, bahwa hak siar Piala Dunia Brazil ini hanya ada di televisi milik Bakri, Tv One dan Anteve saja. Di chanel lain tidak akan ada. Dan repotnya lagi, tidak pula disiarkan di saluran biasa yang sudah lazim ditonton. Tv One dan Anteve hanya menyiarkan di saluran tertentu yang memang hanya bisa jika sudah berbayar. Dengan antena parabola biasa, yang setiap saat kita menyaksikan berita Tv One dan Anteve itu, ternyata ketika siaran langsung ditayangkan, chanel tersebut langsung kabur, terblok dan hanya ada kalimat, "Maaf untuk ketidaknyaman Anda....dst..."

Sesungguhnya dengan Tv Kabel yang disalurkan oleh perusahaan tertentu, tayangan langsung sepakbola Piala Dunia itu dapat dinikmati. Tapi bagi yang belum kebagian (masuk) ke rumahnya jarinagn televisi ini, maka tetap saja tidak akan dapat menyaksikan tayangan Piala Dunia tersebut. Inilah yang saya alami saat ini. Di rumah saya, belum terjangkau juga oleh jaringan Tv Kabel itu.

Tersebab belum adanya jaringan televisi yang memiliki hak siar di rumah itulah saya harus mencari di tempat lain untuk dapat menyaksikan tayangan siaran langsung. Ketika di malam pertama, pembukaan dan pertandingan tuan rumah, Brazil melawan Kroasia saya tidak keluar rumah, saya sama sekali tidak menyaksikan pertandingan perdana itu. Padahal, semua penggila bola pasti ingin menyaksikan 'pasukan samba' bermain bola. Apaboleh buat, pertandingan awal itu berlalu begitu saja. Hanya dari berita-beritalah info laga itu didapatkan.

Ketika malam kedua ada laga hebat antara Belanda kontra Spanyol, saya benar-benar tidak sabar berdiam di rumah. Televisi yang ada di rumah, sama sekali tidak menyiarkan tayangan itu. Maka pada pukul 03.00 didinihari itu saya keluar rumah dan mencari tempat menyaksikannya. Kebetulan di kedai-kedai kopi atau kafe-kafe di luar sana memang ada acara nonton bersama yang disediakan oleh pemilik kafe atau kedai itu. Jadilah saya dapat melihat pertandingan penuh kejutan antara Sang Juara, Spanyol dengan Belanda yang berkesudahan 5-1 untuk keunggulan Negeri Tulif itu.

Pada Sabtu malam, saya benar-benar memanfaatkan waktu libur itu untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia. Dari awal tayangan sekitar pukul 22.00 hingga menjelang subuh dan selepas subuh besoknya, saya duduk di depan televisi. Saya tahu malam Ahad ini ada pertandingan antara Kolumia vs Yunani, Uruguai vs Kosta Rika, Inggeris vs Italy. Bahkan di pagi harinya masih ada laga Jepang melawan Pantai Gading. Alhamdulillah keseluruhan laga itu saya paksa untuk menyaksikannya. Saya benar-benar lembur demi bola itu. Saya tak ingat, jam-jam mana saya tertidur antara pukul sepuluh malam hingga pagi itu. Tapi saya yakin, saya pasti tertidur karena ada momen-momen tertentu yang saya tidak tahu. Itu berarti saya benar-benar tertidur di depan televisi itu. Saya bergumam dalam, beginilah demi bola; bersedia lembur meskipun libur.***  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman