Pagi ini ada yang istimewa saya alami. Sudah lama juga tidak mengalami yang begini. Ini kembali, cetus saya dalam hati. Penipu datang lagi, mengunjungi. Saya jawab salam yang dikirimkannya via inbox facebook itu. Menggunakan nama orang (teman saya) tapi saya percaya itu pasti bukan orang yang sesungguhnya.
"Waalaikum, kenapa sampai diinbox?" jawab saya atas salam yang dikirimkannya. Nama pengirimnya saya tidak ragu, seorang pengawas pendidikan, teman di facebook sekaligus, dulu, pernah sama-sama mengabdi di salah satu SMA di Karimun. Kini dia bermastatutin di Tanjungpinang. Sekali lagi saya percaya, itu pasti bukan dia yang mengirimkan salam.
Kecurigaan saya, ini pasti penipu karena ujung-ujungnya kawan ini menyatakan ingin meminjam uang. "Ada uang di rekening satu juta?" Begitu dia melanjutkan setelah melayaninya. Satu juta. Minta ditransfer via ATM. Kebetulan ATM saya diblokir. Bla, bla...saya sudah yakin kalau itu memang penipu. Saya juga konifmrmasi teman saya itu via WA dan teman itu memastikan kalau akun FB-nya sedang dihack seseorang.
Berita tipu-menipu di medsos memang bukan hal baru. Setiap orang boleh jadi merasakan serangan penipu ini. Ada yang berhasil mereka lakukan karena kesilapan kita dan tentu saja tidak akan selalu mereka bisa melakukan. Asal saja kita segera waspada terhasdap segala cara yang dilakukan penipu di dunia maya.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beri Komentar