Kamis, 11 Februari 2021

Menjadikan Akun FB Sebagai Pendukung Akun Blog

FACEBOOK (FB) adalah aplikasi medsos (media sosial) yang tertinggi penggunanya. Konon, pengguna jejaring sosial FB di dunia begitu besar jumlahnya. Empat Negara dengan pengguna terbesar adalah India, Amerika Serikat, Brazil dan Indonesia. Jadi, Indonesia ternyata amat-sangat banyak penggunanya karena penduduk Negara kita memang adalah penduduk dengan jumlah penduduk terbanyak juga. Menurut salah satu berita online, Indonesia menduduki empat besar pengguna FB dengan 120-an juta pengguna. Wow, begitu pantastis.

Jika setengah dari pengguna itu adalah anak-anak muda yang tentu saja masih sekolah, betapa besar sebenarnya potensi pengaruh positif FB bagi remaja yang masih sekolah itu jika bisa dibuat positif. Jika 30-an juta saja anak sekolah ditambah satu jutaan lebih guru maka jumlah pengguna FB yang secara langsung bersinggungan dengan sekolah begitu sangat banyaknya. Artinya potensi pengaruh positif penggunaan FB begitu sangat besarnya. Tentu juga potensi pengaruh sebaliknya.

Dapatkah FB dipergunakan oleh satu juta lebih guru untuk memotivasi, mendidik, membimbing atau memengaruhi peserta didiknya untuk kepentingan pendidikan di sekolah? Lebih spesifik, bisakah pemilik akun FB yang dari guru dimanfaatkan untuk mengembangkan kreatifitas literasi di kalangan anak-didik? Jawabnya pasti dapat.

Setidak-tidaknya dalam mengembangkan minat membaca dan menulis peserta didik, misalnya. Karena kewajiban mengembangkan minat membaca dan menulis tidak lagi semata tanggung jawab guru Mata Pelajaran (MP) Bahasa Indonesia --seperti pendekatan kurikulum lama-- saja maka sarana jejaring sosial semacam FB alangkah baiknya dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis siswa bahkan guru juga. Saya berpikir bahkan akun FB yang hampir semua siswa memilikinya dapat menjadi cikalbakal siswa dibimbing untuk mengelola blog.

Sudah menjadi kelaziman bahwa setiap saat pengguna FB akan memberi tanggapan antar sesama teman di FB selain membuat pesan berupa status sendiri. Sekurang-kurangnya memberi respon berupa like (suka) di tempat yang memang sudah disediakan oleh pencipta FB-nya. Untuk itu maka itu berarti FB dapat menjadi ajang memberi respon antar sesama sahabat di FB selain belajar menulis itu sendiri.

Selain sekadar memberi like juga bisa memberi comment (komentar) terhadap apa yang dibaca di status sahabat. Sependek-pendek komentar adalah menyatakan jawaban singkat terhadap isi status yang dibaca berupa kata ya, ok, setuju, malas, datanglah, besok saja, dst.. Tapi bisa pula memberi komentar dalam untaian kalimat yang lebih panjang. Tidak hanya satu kalimat dengan satu struktur (S, P, O dan K) saja tapi dapat pula dalam bentuk beberapa kalimat yang lebih luas.

Di sinilah sebenarnya akun FB akan bermanfaat dalam mengembangkan minat membaca dan menulis di kalangan guru dan siswa sendiri. Guru dapat memberi motivasi anak-didik melalui FB untuk hal-hal positif di sekolah. Posisi pertamanya adalah membina dan membiasakan membaca. Kita bayangkan, kewajiban membaca pesan guru (status) di FB akan membuat peserta didik akan memaksakan diri untuk membacanya. Dan keterpaksaan di awal bisa saja kelak akan menjadi kebiasaan yang tidak terasa dipaksa lagi. Jika setiap guru memberi tugas menulis komentar yang agak panjang dan bermanfaat atas kalimat status yang dibuat guru di akun FB-nya maka anak-didiknya akan melaksanakan tugas itu dalam bentuk kalimat jawaban atas status itu. Dalam keadaan seperti itu, jelas para siswa akan membaca terlebih dahulu kalimat status yang dibuat guru sebelum dia menjawab dalam bentuk kalimat lain. Artinya, pengembangan kemampuan membaca dan menulis bagi siswa sudah secara tak langsung terbina dengan sendirinya.

Komentar para sahabat FB khususnya di kalangan murid dan guru sendiri tentu akan dipengaruhi oleh esensi kalimat status itu sendiri. Jika kandungan makna yang tertera di status tidak mengandung makna atau inspirasi apapun, maka respon sahabat FB lainnya juga tidak akan datang. Tapi jika mampu memancing tanggapan dari pembaca lain maka jelas akan datang berbagai tanggapan untuk kalimat status itu. Jadi, like dan comment di status FB memang dapat bermanfaat untuk meningkatkan minat membaca dan minat menulis siapa saja.

Di atas itu semua, kebiasaan menulis di akun FB yang nota bene lebih singkat-singkat saja dapat dipastikan akan ikut berpengaruh kepada target menulis yang lebih panjang dan luas yakni menulis di blog. Sesungguhnya, kebiasaan menulis dan membaca di akun FB dapat diteruskan di akun blog. Apakah blog pribadi maupun blog bersama, misalnya milik sekolah tentu akan lebih terbuka peluang untuk menulis dengan tulisan yang panjang dan luas.

Sebagai guru, sudah sebaiknya kita berharap dan berusaha kiranya kebiasaan bermain di FB ditingkatkan untuk mengelola blog. Semoga bisa.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri Komentar

Postingan Terbaru

MUI Kecamatan Meral Barat Laksanakan Raker

BERTEMPAT di Balai Nikah, KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Meral Barat, Selasa (09/12/2025) pagi telah dilaksanakan kegiatan Rapat Kerja ...