Jumat, 15 Desember 2017

Mau Ikut Gunung Uhud ke Syurga?

JUMAT (15/12/17) pagi ini, di hari penuh berkah ini, tiba-tiba saya ingat kembali pesan buya, Syeh Mahmuddin Pasaribu yang memberi tausiah beberapa waktu lalu. "Satu-satunya gunung masuk syurga adalah Gunung Uhud," kata Syeh, malam itu. Pada Jumat (01/12/17) malam itu, Guru Besar Pondok Pesantren Musthofawiyah, Natal, Sumatera Utara memberi tausiah di daerah 'berazam Iman-Takwa' ini. Walaupun kalimat itu disampaikan buya sudah beberapa waktu lalu, tetap ada gunanya diulang-ulang ingat. Dengan mengatakan gunung akan masuk syurga, wow tentu saja kita merasa bagaimana, begitu.



Sekali lagi, "Satu-satunya gunung yang masuk syurga adalah Gunung Uhud," kata Guru Besar Pondok Pesantren Musthofawiyah, Mandailing, Natal, Sumatera Utara, KH Mahmudin Pasaribu pada Jumat (01/12/17) malam di hadapan ribuan pengunjung acara Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Agung, Poros, Kabupaten Karimun.

Peringatan maulid ini dilaksanakan oleh Majelis Murojaah Musthofawiyah (MMM) Kabupaten Karimun. Tentu saja para jamaah terkesiap mendengar informasi tergolong jarang disampaikan para penceramah itu. Syeh Mahmudin Pasaribu menyatakan itu ketika menguraikan besarnya pahala orang yang ikut menyolatkan janazah. "Pahala menyolatkan janazah itu seberat satu qiron," katanya sambil menjelaskan berat satu qiron itu. Kata buya, satu qiron itu, sama dengan seberat satu Gunung Uhud (di Tanah Suci) yang konruksinya terdiri dari batu semua.
Materi pahala solat janazah disampaikan buya ketika dia menjelaskan begitu tingginya perhatian Nabi Mauhammad kepada umat (rakyatnya) yang setiap sehabis solat selalu dia tanya keadaan masyarakatnya. Setiap sehabis solat dia akan bertanya, siapa yang sakit, siapa yang keluarganya bermasalah, dll. Dan ketika diberitahu sahabat bahwa wanita yang selalu membersihkan masjid yang ditanya nabi itu telah meninggal, dia ingin menyolatkannya. Dan karena sudah dikebumikan, nabi pun solat di kuburan wanita itu, kata buya menjelaskan salah satu hadits. "Itulah solat pertama Nabi di kuburan," kata buya lagi. Dan lanjutan solat janazah itulah dia menjelaskan betapa besarnya pahala orang yang ikut menyolatkan janazah.
 
Buya menguraikan banyak sekali perihal sifat dan akhlak nabi yang harus diteladani oleh umatnya. Selain bicara pahala solat janazah, dia juga menguraikan dengan setengah melawak tentag seluk-beluk keadaan suami-isteri dalam rumah tangga, tentang peranan pemimpin dalam keberagamaan masyarakatnya, tentang kematian, suami atau isterikah yang sebaiknya meninggal duluan, tentang pentingnya pendidikan, dan banyak hal lainnya. Tapi masalah Gunung Uhud yang dikatakan akan masuk syurga tentu saja menjadi perhatian tersendiri oleh jamaah.
Jadi, kalau ingin masuk syurga, ayo kita ikut gunung Uhud, kata salah seorang jamaah yang kebetulan duduk di sebelah saya malam itu. Tentu saja bukan persoalan masuk syurganya Gunung Uhud itu yang utama dari uraian tausiah buya. Tapi bagaimana kita umat ini mampu meraih tiket untuk masuk syurga, kelak di Yaumil Akhir, saat kita wajib mempertanggungjawabkan kehidupan kita di hadapan Allah.
Memberikan sambutan sebelum tausiah Syeh Mahmudin Pasaribu adalah Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang mengajak masyarakat untuk menyimak ceramah buya. Bupati juga mengingatkan pentingnya meneladani Nabi Muhammad yang malam itu diperingati hari kelahirannya. Pada nabi itu ada suri taladan bagi kita, yaitu akhlak belyau. Akhlah Nabi itu ada pada alquran dan sunnah, kata bupati dalam sambutan pengarahannya. Pada peringatan Maulid Nabi yang dihelat MMM itu juga memberikan laporan Ketua MMM, H. Abdul Wahab Sinambela. Tampak hadir Wakil Bupati, H. Anwar Hasyim, beberapa anggota Dewan Kabupaten Karimun dan para Kepala OPD Kabupaten Karimun.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan