Selasa, 29 November 2016

Belajar di Luar Kelas: Catatan Tiga Peringatan

BELAJAR di luar kelas? Mengapa tidak. Belajar sesungguhnya tidak harus terus di dalam kelas saja. Maksudnya, tidak selamanya untuk menambah pengetahuan dan pengalaman pembelajaran itu di dalam kelas saja. Di mana pun bisa belajar asal sesuai keadaan dan kebutuhan. Konotasi belajar hanya yang di dalam kelas, sudah tidak relevan saat ini. Di mana saja, sesungguhnya bisa belajar. Tapi tunggu, belajar di luar kelas yang dimaksud di sini bukanlah belajar materi yang biasa di ruang kelas lalu berpindah ke luar ruang kelas. Bukan begitu.

Catatan singkat ini sebenarnya untuk sedikit memberikan gambaran sebuah kegiatan oleh warga sekolah (guru dan siswa) yang biasanya bertemu di ruang kelas tapi kini bertemu dan bersama melakukan pembelajarannya di luar kelas. Persisnya, kegiatan ini adalah kegiatan praktik yang oleh guru dan siswa dipakai sebagai sebuah peringatan hari bersejarah. Bahkan tiga peringatan sekaligus dilaksanakan dalam satu kesempatan.

Hmm, terlalu panjang pengantarnya. Maksud saya, belajar di sini adalah praktik membaca puisi, bernyanyi, menari dan memasak yang dilaksanakan di sekolah, tepatnya di halaman sekolah SMA Negeri 3 Karimun, Sabtu (26/11) lalu. Kegiatan itu dilaksanakan di luar ruang kelas karena melibatkan banyak orang sekaligus. Namanya juga peringatan hari bersejarah dengan acara aneka lomba, tentu saja banyak orang yang terlibat karena semua warga sekolah adalah pemilik acaranya.
Melepas Balon HUT PGRI ke Udara

Hari Sabtu nan teduh tak berhujan itu ada tiga peringatan yang disejalankan, HUT PGRI-HGN, HUT Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Sejatinya Hari Sumpah Pemuda diperingati pada bulan Oktober, Hari Pahlawan harusnya pada bulan November sementara peringatan HUT PGRI dan HGN memang jatuhnya pada bulan November setiap tahun. Dan untuk menghemat dan mengefektifkan waktu, maka tiga kegiatan dilaksanakan dalam satu kesempatan.

Dari beberapa lomba yang dilaksanakan, oleh panitia sengaja dilibatkan para guru selain siswa sendiri. Untuk siswa, diadakan lomba "Monolog Puisi' dan 'Bernyanyi' dengan tema pahlawan dan pemuda untuk kedua kegiatan itu. Sementara lomba yang melibatkan guru adalah lomba membaca puisi dan lomba memasak nasi goreng.
Salah Satu Kelas Peserta Lomba

Benar-benar membanggakan semua warga sekolah atas terlaksananya aneka kegiatan dalam peringatan itu. Baik keikutsertaan guru maupun siswa, dapat dipastikan bahwa sangat banyak pelajaran yang dapat dipetik dari aneka kegiatan itu. Lomba membaca/ monolog puisi, misalnya sudah pasti itu sebagai bagian praktik pembelajaran dalam materi pelajaran 'membaca indah' pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, misalnya.

Begitu juga lomba menari atau memasak tentu saja merupakan praktik pembelajaran lainnya seperti Pendidikan Seni dan atau Pendidikan Keterampilan. Pokoknya kegiatan yang di luar kelas ini benar-benar merupakan pembelajaran bagi semua yang terlibat. Inilah waktu belajar yang memang harus dilaksanakan di luar kelas. Tiada harapan yang lebih besar dalam kegiatan ini selain membuktikan bahwa belajar di dalam kelas dapat diaplikasikan praktiknya di luar kelas.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan