Rabu, 16 Juli 2014

Catatan dari MOS dan Pesantren Kilat: Jujurlah, Anakku

Pemasangan Nama Peserta MOS
KETIKA memberi amanat pada upacara Senin Pagi (tanpa pengibaran bendera merah-putih) dalam acara pembukaan MOS (Masa Orientasi Siswa) yang disejalankan dengan pembukaan Pesantren Kilat SMA Negeri 3 Karimun, saya kembali mengingatkan para siswa untuk benar-benar menunjukkan sikap yang jujur. MOS yang kebetulan disejalankan dengan kegiatan peseantren kilat (bagi siswa kelas XI- XII) sejatinya menjadi MOS yang bernuansa agama.

Ternyata nuasa agama itu tidak tergambar. Harapan akan kejujuran anak-anak karena berkaitan dengan suasana Ramadhan, ternyata tidak juga terwujud harapan itu. Jika yang tidak memperlihatkan kejujuran itu adalah kelas XI dan atau kelas XII sedikit dapat juga dimaklumi. Namanya juga siswa yang sudah memahami sekolahnya. Tapi jika kelas X yang baru saja mendaftar? Hah, inilah yang menyedihkan.

Alkisah, Senin (14/ 07) lalu itu adalah hari pertama masuk sekolah di awal Tahun Pelejaran baru, 2014/ 2015. Menjelang puasa lalu kebetulan adalah libur semester genap, kenaikan kelas. Kebetulan awal tahun baru ini bertepatan dengan puasa Ramadhan. Siswa kelas X yang baru saja selesai proses pendaftaran, seperti biasa harus mengikuti MOS. Sementara kelas XI dan XII tentu saja akan mengikuti kegiatan pesantren kelat.

Catatan jelek yang saya lihat adalah masih adanya beberapa siswa yang ternyata belum juga masuk sekolah walaupun sudah hari kedua. Catatan Senin dan Selasa dari panitia MOS dan Pesantren Kilat, ternyata masih terdapat beberapa siswa yang tidak/ belum masuk. Saya minta agar data absensi itu dicari tahu, apa penyebabnya. Untuk siswa kelas XI dan XII tentu saja mereka harus mendaftar ulang sebagaimna tahun-tahun lalu. Nah, ternyata sampai hari kedua, masih ada beberapa yang belum datang melapor ke sekolah. Tapi ini dapat dimaklumi menurut saya.

Yang justeru membuat saya terkejut adalah calon siswa peserta MOS yang juga ada beberapa orang yang tidak atau belum hadir dalam dua hari kegiatan MOS itu. Dan ketika panitia mencoba mencari informasi ke keluarganya, justeru ada keluarga (orang tua) yang mengatakan kalau anaknya sudah ke sekolah. Dalam dua hari, katanya anaknya berangkat dari rumah untuk ke sekolah. Tapi anehnya, di sekolah tidak ada. Inilah yang saya maksud anak-anak ini tidak bisa jujur. Tentu saja ini sangat jelek. Di rumah mengaku ke sekolah. Tapi di sekolah tidak ada.

Pesan saya pada pengarahan 'pembukaan' Senin lalu itu ternyata hanya bagaikan angin lalu saja. Saya berpesan, "Buktikanlah, anakku kalau kalian adalah siswa yang jujur dan bertanggung jawab." Begitu pesan saya waktu itu. Tapi ternyata itu sia-sia saja. Hari ini MOS sudah ditutup untuk program selama Ramadhan. Dan akan disambung nanti di luar Ramadhan dalam bentuk kegiatan lapangan seperti Baris-Berbaris dan Program Kepramukaan. Tapi untuk tahap pertama ini sudah ditutup siang tadi. Ternyatra, kejujuran itu memang sulit sekali untuk membuktikannya.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman