Tapi ada pandangan sebaliknya, bahwa masa tua bukan waktu untuk diam saja di rumah. Duduk tenang di rumah. Atau duduk-duduk skadar ngopi di kedai kopi bersama-sama teman-teman lama. Jangan begitu. Sebaiknya waktu tua atau waktu sisa setelah pensiun tetap dipakai untuk kegiatan produktif. Sama dengan saat masih aktif dan tugas pokok. Setidak-tidaknya jangan dibuang begitu saja di rumah dengan alasan sudah pensiun.
Apakah kita akan memilih salah satunya? Menurut saya jangan dipilih satupun. Maksudnya jangan dipilih hanya salah satu saja jika maknanya istirahat tok atau bekerja tok. Dikombinasi saja. Itu lebih tepat.
Kombinasi? Bagaimana menggabungkannya?
Saat tua, saat anak-anak mungkin tidak lagi menjadi tanggungan tidak berarti tidak boleh mengurus anak-anak. Boleh saja sebagai hiburan di masa tua kita melakukan sesuatu untuk cucu kita. Jika merasakan nyaman dan menikmati saat-saat mengantar-jemput cucu ke sekolahnya, mengapa tidak dilakukan? Pekerjaan seperti ini bukan kewajiban. Tapi saat merasakan kenikmatan atau kesenangan saat melakukan, mengapa tidak? Jangan sebaliknya. Merasa itu satu kewajiban yang menyebabkan rasa susah atau malah merasa menderita dan tersiksa.
Kerja-kerja lain, seperti jumpa teman-teman, menghadiri undangan dan berbagai kegiatan di luar rumah pun dapat dilakukan selama itu tidak mendatngkan kesulitan. Sepernuhnya diukur dari kesenangan kita sendiri. Jika duduk di kedai kopi dalam waktu tertentu untuk menyenangkan, silakan dilakukan. Jika masih ingin berkebun, berternak ayam atau apa saja yang dianggap menyenangkan, mari kita lakukan.
Sudah begitu banyak tulisan, foto dan video yang mengingatkan kita untuk tidak diam saja dengan alasan sudah pensiun. Jadi, akan merasa tersiksa atau bahagia bekerja di masa tua, sepenuhnya tergantung kita yang menjalaninya.***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beri Komentar