Puisi

BEBERAPA PUISI YANG PERNAH DILAHIRKAN
Dimuat Ulang di Halaman ini

25.05.2015

BUKAN KELUHAN
(buat: isteriku Siti Nurbaya)

tidak mudah menerimanya
untuk ketiga kali engkau merasakannya
harapan besar dan usaha maksimal yang terus kita lakukan
kita lakukan berdua dan bersama-sama
ternyata baru sampai pada titik harapan saja

beratnya ujian itu
ketika untuk ketiga kali pada hari ahad ini
engkau harus merasakan rasa sakit itu kembali
tapi engkau tetap tidak ingin membuat orang-orang di sekitarnya lebih sakit lagi.
bahkan engkau tidak ingin memberi informasi lebih rinci

saya hanya bisa mendesah kata
jangan putus asa, sayang.
hatimu memang tabah
tapi orang-orang mencitai dan mengagumi
tetap ingin mengerti
apa sebenarnya yang terjadi



PUISI KILAT
Penat berkeringat
tetap lebih bermanfaat
buat badan tetap sehat.

Benar pesan dokter dan teman-teman yang cinta sehat
yang memberi amanat untuk tidak terlalu banyak istirahat
apalagi termenung diam tanpa keringat.

Jika olahraga tak sempat
bekerja setengah berat
juga cukup hebat.

Sore ini
seperti sore-sore lain jika sempat
saya lakukan lari-lari kecil meski hanya di tempat
menyapu dan memungut sampah daun yang lumayan lebat.

Semoga keringat ini bukti badan ini masih sehat
dan tetap bermanfaat.
Meral, 06.05.15


Maafkan Ibu, Anakku


setiap kali aku mengatakan tidak
engkau tetap memaksa hendak
ku tak berdaya menolak walau
seribu dosa mendesak
lalu kita melakukannya lagi dan melakukannya lagi
seperti itu lagi


setiap kali aku merasa mual dan ingin muntah
engkau tiba-tiba ada serasa meraba
kembali serasa mengelus seluruh apa pun yang ada
tidak setapak jua tersisa

jamahan tangan dan bibir yang basah dan suaramu yang mendesah
membuat engkau seperti banteng gila
membuat aku tidak mengerti apa-apa

akhirnya noda itu terbukti

seorang bayi menambah hancurnya hati
menangis setiap hari karena engkau sudah pergi
karena aku tak mampu memberinya nasi
karena aku tidak pernah memberinya asi

adakah dosa yang lebih tua dan besar dari pada dosa
kita berdua

dosa manusia yang tidak berterima kasih kepda-Nya
tidak juga berterima kasih kepada emak dan ayahnya
atau ini adalah dosa mereka berdua yang juga melakukannya
atau dosa ini adalah dosa tetangga yang mengajak emak ke sana

bukan, bukan

ini bukan dosa siapa-siapa
ini bukan dosa emak, dosa ayah atau tetangga
ini adalah dosaku
ini adalah dosa manusia seperti aku
yang tidak merasa berdosa karena
dosa ada di mana-mana
dosa mereka yang tersenyum membangun rumah-rumah penyubur dosa

anakku

janganlah engkau ikut terpaksa memikul beban manusia
janganlah engkau ikut menabung dosa karena emak dan ayah
biarlah engkau tidak mendapat nasi dan susu ibu tapi
janganlah engkau mendapat sengsara karena emak dan ayah
maafkan ibu
anakku
Karimun: 14.08.13



Ibu dan Ayah Bermata Buaya

Ibu
Tanpa meninggalkanmu, ayah
Ini adalah waktu memperingati Ibu, Emak kita 
yang susah melahirkan kita
yang bertarung nyawa demi anaknya melihat dunia
yang tak pernah mengeluh dalam derita

Ibu
Entah ada entah tiada di samping ayah
Ini adalah saat kita memandang sendu ke Ibu
suka duka adalah hidupmu untuk kami anak-anakmu
suka duka adalah penjaramu karena ayah mau beristeri dua tiga
suka duka adalah beban berat yang menindih hidupmu

Ibu
Selamat untukmu
meski hanya di bibir anak-anak dan bangsamu

Jika masih ada, semoga sehat senantiasa
Jika sudah tiada semoga lapang tempatmu di sana
Karimun: 22.12.12 

HARI AHAD 
yang mempunyai agenda padat
hari Ahad tidak mungkin istirahat
harinya sama dengan hari-hari lewat

yang kesibukan tidak seberapa
bisa pula ada yang berleha-leha
membiarkan waktu berlari ke muka


ah 
mengapa membuang keempatan yang diberikan
selangkah tertinggal
akan menghilangkan bermil jarak 
dan tak kan pernah kembali ke pangkal

hari ahad
jangan biarkan terlewat
lakukan seperti kemari seperti kemarin seperti kemarin
waktu berlalu tidak pernah memberi tahu
kemana kita sesudah itu

wonosari: 14.09.14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman