Sabtu, 11 Februari 2017

Agar Qori-Qoriah Tidak Berdusta

MTQ (Musbaqoh Tilawatil Quran) Tingkat Kecamatan di Kabupaten Karimun sudah dimulai awal Februari lalu. Menghadapi MTQ Tingkat Kabupaten Karimun 2017 yang direncanakan di awal April nanti, saat ini sedang berlangsung MTQ Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Karimun. Kecamatan Meral Barat sebagai tuan rumah MTQ Kabupaten Karimun 2017 mendapat jadwal pertama melaksanakan MTQ Tingkat Kecamatan. Selama empat hari, tanggal 3 s.d. 6 Februari lalu sudah berlangsung MTQ Tingkat Kecamatan di kecamatan termuda itu.

Setelah Kecamatan Meral Barat, menyusul Kecamatan Buru (7-10 Februari) dan akan menyusul pula Kecamatan Tebing . Jadwal pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Karimunitu sudah ditetapkan LPTQ Kabupaten Karimun setelah melalui rapat bersama antara para Camat dan Ka KUA se-Kabupaten Karimun yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Karimun selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Karimun.

Persisnya jadwal MTQ Tingkat Kecamatan Karimun tersebut seperti tertera pada daftar (gambar) berikut,

Berturut-turut setelah Kecamatan Tebing adalah Kecamatan Kundur (12-15 Februari); Moro (16-19 Februari); Durai (20-23 Februari); Ungar (24-27 Februari); Kundur Barat (28 Februari- 3 Maret); Meral (4-7 Maret); Belat (6-9 Maret); Kundur Utara (8-11 Maret); dan Karimun (10-13 Maret). Pada malam pembukaan akan dihadiri dan dibuka resmi oleh bupati sementara pada malam penutup akan dihadiri dan ditutup resmi oleh wakilnya. Dan jika beralangan, bisa saja dibalik.

Sesungguhnya yang sangat penting untuk menjadi catatan dalam penyelengaraan MTQ itu adalah bagaimana mendidik para peserta MTQ dan ofisialnya untuk berlakuk jujur dalam setiap pelaksanaan dan keikutsertaan dalam MTQ. Harus diakui, selama ini masih ada kebiasaan kurang baik dari para peserta dalam mengikuti MTQ.

Ada sebagian peserta MTQ yang setelah ikut di satu daerah, ternyata masih juga ikut di tempat lain dengan tujuan semata-mata hanya mencari hadiah. Bahkan ada informasi dari beberapa pihak bahwa sudah mendapat juara pertama di tempat tertentu tetap saja ikut di tempat lain. Lalu dengan berbagai dalih, akhirnya ikut di salah satu daerah saja ketika akan diutus ke tingkat yang lebih tinggi. Ini tentu saja sangat merugikan daerah tersebut sekaligus sebenarnya merugikan diri si perserta.
Juri Tengah Menilai Peserta MTQ

Nilai-nilai kejujuran menjadi 'hancur' dengan cara seperti ini. Hanya semata-mata mengejar hadiah, sanggup berbohong dalam mengikuti MTQ, tentu saja ini sebuah fenomena yang tidak baik bahkan akan mendatang dosa dan mudhorat bagi banyak pihak.

Maka agar peserta tidak berdusta dalam keikutsertaannya dalam MTQ, kiranya panitia, khususnya LPTQ memastikan ketentuan bahwa pesrta MTQ hanya diperkenankan ikut di salah satu daerah untuk daerah yag sama. Maksudhnya, jika sama-sama di Kabupaten Karimun, pesrta hendaknya hanya mengikuti salah satu kecamatan saja sebelum sampai ke tingkat kabupaten. Jangan sampai ikut di dua kecamatan dengan tujuan sekadar menncari hadiah saja. Ini sebuah kekejian dalam ajang MTQ yang notabene lomba membaca dan memahami isi kandungan alquran.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman