Kamis, 03 September 2015

Belajar dan Praktek Berparlemen di Sekolah

PERIODISASI kepengurusan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) biasanya diawali dengan pemilihan kepengurusan OSIS. Proses pemilihan kepengurusan OSIS adalah suasana yang ditunggu-tunggu sebagian besar, bahkan seluruh siswa (peserta didik) terutama di tingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) seumpama SMA, SMK atau MA. Lazimnya, suasana dan masa-masa pemilihan kepengurusan OSIS yang disebut juga dengan istilah Pemilu Osis, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.

Kebanyakan sekolah melakukan pemilihan pengurus OSIS adalah pada bulan Agustus atau September setiap tahunnya. Tapi ada pula yang melaksanakannya di bulan Juli, di awal Tahun Pelajaran baru atau di bulan-bulan lainnya sesuai kalender kegiatan sekolah masing-masing. Tentu saja tergantung kepada sekolah masing-masing pula. Tapi kebanyakan sekolah konon melaksanakannya di bulan September. Biasanya untuk menyesuaikan dengan kalender kegiatan kesiswaan yang di bulan Agustus selalu padat.

Mengapa di bulan Agustus padat? Karena lazimnya berbagai pertandingan antar sekolah atau di intern sekolah sering diadakan di bulan Agustus, bulan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia itu. Dan setelah berbagai kegiatan itu usai, tugas dan tanggung jawab pengurus OSIS periodisasi tahun bersangkutan dianggap selesai. Masa baktinya selesai dan dipilihlah pengurus baru.

Seperti dilaksanakan oleh siswa/ wi SMA Negeri 3 Karimun pada hari Selasa, 1 September 2015 lalu, sekitar 40-an siswa berkumpul di ruang rapat sekolah. Mereka adalah para aktivis sekolah yang tergabung dalam kepengurusan OSIS SMA Negeri 3 Karimun. Mereka mengadakan kegiatan yang mereka beri nama Musyawarah Siswa (Musywa), sebuah kegiatan rapat yang diikuti oleh para perwakilan kelas yang tergabung dalam Majelis Permusyaratan Kelas (MPK). MPK adalah kelompok organisasi yang mewakili siswa di setiap kelas untuk membuat rencana kegiatan dan rencana pengawasan pelaksanaan kegiatan OSIS. MPK pula yang diberi amanah untuk memilih para pengurus OSIS.

Kegiatan di hari pertama September itu adalah kegiatan awal dari rencana pemilihan pengurus OSIS untuk periode 2015/ 2016 yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. Dalam Musyawarah Siswa yang dibuka oleh Kepala Sekolah diadakan beberapa acara seperti 1) Laporan Pertanggungjawaban OSIS periode 2014/ 2015; 2) Pembahasan dan Pandangan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pengurus OSIS; 3) Menyusun Renccana Kegiatan OSIS untuk pengurus OSIS  periode 2015/ 2016; dan beberapa mata acara lainnya sebagaimana dilaporkan oleh Ketua Panitia Musywa.

Tentu saja apa yang dilakukan para siswa ini cukup menarik dan bagus sekali untuk pembelajaran berorganisasi bagi siswa. Tidak sekadar belajar teori berorganisasi, tapi para siswa, generasi muda calon pemimpin masa depan ini juga mempraktekkan bagaimana berorganisasi dengan baik. Mereka bagaikan sebuah parlemen yang berfungsi semacam legislatif dalam sebuah negara. Jika Pemerintah adalah eksekutif, maka di sekolah eksekutif itu adalah Ketua OSIS dan jajarannya sementara Ketua MPK dan jajarannya adalah semaca parlemennya. Mereka sudah mebuktikan bahwa mereka bisa mempraktekkan model berparlemen di sekolah.

Kepala Sekolah dan Waka Kesiswaan saat Pembukaan
Dalam sidang-sidang yang mereka lakukan, mereka juga membagi kelompok (semacam fraksi) yang terdiri dari kelompok berdasarkan tingkatan kelas. Ada utusan dari kelas X (sebanyak lima kelas) dan ada pula utusan dari kelas XI dan kelas XII yang masing-masing terdiri dari empat kelas. Gabungan utusan kelas inilah yang melakukan persidangan untuk melaksanakan semua kegiatan yang sudah dijadwalkan.

Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, Ibu Desseriyani dan Pembina OSIS, Pak Beny yang melaporkan kegiatan itu kepada Kepala Sekolah menyatakan bahwa kegiatan seperti ini baru untuk pertama kali dilakukan oleh OSIS SMA Negeri 3 Karimun. Selama ini bentuk musyawarah siswa hanya berupa rapat-rapat biasa dalam rangka pemiloihan Ketua dan Pengurus OSIS lainnya. Rapatnya pun selalu langsung oleh guru.

Semoga saja pembaharuan ini menjadi langkah awal yang baik buat para siswa, khususnya di Tingkat SLTA untuk membuktikan kemampuan berorganisasi mereka. Sebagai satu-satunya organisasi siswa yang sah di sekolah, kiranyaOSIS benar-benar menjadi tempat para peserta didik belajar dan berpraktek dalam berorganisasi. Bagaimanapun, suatu saat nanti mereka tetap akan menghadapi masalah-masalah yang kurang lebih sama dengan yang mereka hadapi dewasa ini.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman