Rabu, 05 Agustus 2015

Surat Terbuka untuk Siswa: Gerak Jalan Jangan Merusak Harapan

BUAT ananda, para siswa SMA. Surat singkat ini saya tulis untuk kalian semua. Bacalah dengan seksama tapi jangan kecewa. Terus tetap bergembira, tapi tidak bertindak sia-sia. Kalian adalah harapan. Harapan bagi sekolah kalian, orang tua kalian dan masyarakat daerah serta tentu saja masyarakat bangsa. Percayalah.

Beberapa hari ini, kalian sudah mulai melakukan berbagai kegiatan dalam rangka menghadapi HUT (Hari Ulang Tahun) RI ke-70 pada tahun 2015 ini. Seperti sudah diarahkan para guru pembina, kalian harus latihan baris-berbaris alias gerak jalan dalam rangka persiapan Lomba Gerak Jalan yang akan diadakan sebentar lagi. Biasanya setiap tahun, Panitia HUT RI Kabupaten memang selalu mengadakan lomba ini. Sekolah kita tentu ingin ikut serta seperti juga sekolah-sekolah lainnya.

Biasanya ada beberapa cabang gerak jalan yang diperlombakan. Ada gerak jalan 8 (delapan) dan 17 (tujuh belas) kilometer (KM). Tapi ada juga cabang 45 (empat puluh lima) KM. Gerak jalan 17 dan 45 itu biasanya untuk sekolah tingkat atas atau masyarakat umum. Pastilah kalian berlatih untuk persiapan itu, bukan? Ayo, silakan mengikuti latihan sesuai arahan para guru. Tapi ada satu hal yang ingin dan perlu saya sampaikan.

Pertama, kita memang sebaiknya ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Dan insyaallah sekolah kita akan ikut. Kita akan mendaftar sebagai peserta. Untuk masalah ini pasti guru kalian akan mengurusnya. Guru pembina akan mendaftarkan regu sekolah kita kepada panitia lomba, nantinya. Jadi, untuk persoalan ini serahkan saja kepada para guru pembina. Memang, sebaiknya kalian saja yang mendaftar jika diperbolehkan panitia. Kalian, kan sudah hampir dewasa dan pasti bisa mendaftarkannya. Tapi lihatlah keadaannya.

Hal kedua, karena kegiatan latihan ini kalian adakan dalam jam belajar (jam ke-3 fsn 4) itu berarti kalian sudah harus mengorbankan masa pembelajaran kalian. Nah, untuk masalah ini haruslah disiplin. Jika guru mengizinkan masa latihannya pada dua jam pelajaran itu, maka pakailaha waktu seefektif mungkin. Jangan main-main dan jangan buang-buang waktu. Sebagaimana kalian selalu mengefektifkan waktu belajar di kelas, maka seperti jualah hendaknya kalian dalam latihan ini. Ingat, selepas latihan gerak jalan, segeralah masuk ke kelas masing-masing untuk belajar sebagaimana mestinya.

Lalu yang ketiga, dalam lomba nanti jangan terlalu pusing untuk memikirkan juaranya. Kalian akan menjadi juara atau pemenang jika latihan ini diikuti dengan baik, serius dan penuh tanggung jawab. Ikuti arahan guru pembina kalian untuk memamahmi pelaksanaan latihan yang benar. Bahwa nanti kalian akan benar-benar menang atau tidak, itu serahkan saja kepada panitia lomba dan dewan juri nanti. Tugas kalian hanyalah berlatih dan berlomba dengan baik.

Mungkin itu sajalah yang penting untuk saya sampaikan dalam surat ini. Jujur saja, saya khawatir jika kalian terlalu asyik dalam latihan dan memikirkan lomba nanti, malah merugikan kalian sendiri dalam proses pembelajaran. Jadi, ingatlah bahwa latihan dan lomba nanti hanyalah kegiatan ekstra saja. Yang utama justeru belajarnya. Jangan sampai gerak jalan ini malah merusak dan memupus harapan masa depan kalian. Sekian.***

2 komentar:

  1. gerak jalan kan untuk kesehatan, gak menang juga gak balan rugi lah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, gerak jalan insyaallah akan membuat sehat badan. Yang saya maksud jangan sampai merusak 'harapan' adalah agar jangan sampai gara-gara latihan gerak jalan terlalu banyak mengorbankan pelajaran. Kan akan merusak harapan masa depan.

      Hapus

Silakan

Halaman