Senin, 16 Maret 2015

Persiapan UN di 'Last Minute'

HARI Sabtu (14/ 03/ 15) lalu telah berakhir Ujian Sekolah (US) bagi siswa kelas XII. US dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian ujian untuk menentukan kelulusan peserta didik di satuan pendidikan. Selain menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik, peserta didik juga wajib lulus US dan UN (Ujian Nasional) untuk dinyatakan lulus. Ketetapan itu sudah diatur dalam berbagai ketentuan dan peraturan. Terakhir ditetapkan dalam Permendikbud RI Nomor 144 tahun 2014.


Pada pasal 2 Bab II tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran 2014/ 2015 itu dijelaskan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah: a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b). memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; c) lulus Ujian Sekolah dan d) lulus Ujian Nasional. US adalah salah satu syarat dari empat kriteria yang sudah ditentukan. Artinya jika US gagal, peserta didik tetap saja dinyatakan gagal di satuan pendidikannya.

Pasca US yang sudah berakhir itu, kini siswa tinggal menghadapi UN yang akan dilaksanakan pada medio April yang akan datang. Karena dalam UN yang diujikan tidak lagi semua mata pelajaran sebagaimana dalam US maka persiapan siswa dalam menghadapi UN sebenarnya sudah tidak lagi seberat memeprsiapkan US. Setiap program hanya akan diujikan enam mata pelajaran saja dari 13 mata pelajaran yang ada.

Ternyata, selama ini ada yang keliru dalam menyikapi telah selesainya US tersebut. Di satu sisi, sejatinya para siswa dan guru sudah bisa lebih konsen dan efektif mempersiapkan UN dengan mata pelajaran yang lebih sedikit, sementara alaokasi waktu untuk proses pembelajaran masih tetap sama. Tapi di sisi lain, ada pula sikap meremehkan dan melalaikan waktu yang ada itu. Dengan alasan bahwa mata pelajaran tertentu itu sudah tidak akan diujikan lagi, maka sebagian siswa --bahkan guru-- menganggap waktu-waktu yang tersedia untuk mata pelajaran non UN itu sudah bisa diabaikan. Artinya, siswa merasa tidak perlu belajar lagi.

Sesungguhnya, waktu yang tersedia dan tidak harus belajar untuk mata pelajaran tertentu itu dapat dimanfatkan untuk lebih memperdalam pengetahuan mata pelajaran UN. Para siswa dan guru bisa menggunakan waktu-waktu kosong itu dengan memperbanyak diskusi tenttang eprsiapan UN. Inilah sebenarnya waktu yang tersisa untuk persiapan pelaksanaan UN.

Berbanding tiga tahun (sejak kelas X) para siswa mempersiapkan dirinya untuk menghadapi UN, sebenarnya waktu yang tinggal kurang dari satu bulan ini adalah waktu yang amat sedikit. Waktu-waktu dalam tiga pekan itu adalah waktu penghabisan yang masih ada untuk bersiap diri menghadapi UN. Sudah seharusnya waktu pada posisi 'last minute' ini benar-benar dimanfaatkan untuk menghadapi UN yang sangat penting itu. Tidak sepantasnya ada siswa yang menyia-nyiakan waktu yang tersisa kurang dari satu bulan itu. Sungguh sangat merugi bagi siswa jika tidak memakai waktu itu untuk terus belajar dan belajar terus.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan