Selasa, 09 Desember 2014

Memisahkan Tempat Duduk agar Jujur dalam Ujian

UNTUK melatih peserta didik melakukan ujian dengan jujur dan bertanggung jawab, setiap penyelenggara ujian melakukan berbagai cara. Selain menetapkan pengawas ruang ujian --sendiri atau berdua-- juga dengan mengatur tempat duduk peserta ujian yang mengurangi kemungkinan peserta ujian saling mencontek. Tempat duduk dengan jarak tertentu atau dengan menggabungkan siswa yang tidak satu kelas dalam satu ruangan ujian juga menjadi alternatif.

Seperti yang dilakukan oleh SMA Negeri 3 Karimun dan beberapa sekolah lainnya, panitia ujian membuat kebijakan menggabungkan siswa yang berbeda kelas dalam satu kelas/ ruangan ujian. Tanpa harus menggeser  meja/ kursi di kelas tersebut untuk menambah jarak antar meja/ kursi, siswa cukup duduk di kursi yang ada dengan kelas yang berbeda. Para peserta ujian yang sama kelasnya secara otomatis tidak lagi duduk berdekatan karena diatur nomor mejanya agar yang berada di sisi kiri-kanan-muka-belakang bukan siswa yang satu kelas.

Kebijakan ini ternyata mampu mengubah perilaku siswa dari kebiasaan mencontek dalam ujian menjadi tidak atau berkurang keinginan menconteknya. Meskipun data ini bersifat relatif dan jumlahnya juga belum terlalu signifikan berbanding jumlah perserta ujian dalam satu ruanga, namun data berupa informasi lisan dari para guru pengawas itu dapat dijadikan dasar konklusi bahwa kebijakan menggabungkan kelas yang berda dalam satu ruang ujian dapat menyebabkan peserta ujian berkurang kesempatannya untuk mencontek.

Mengurangi atau menutup kesempatan peserta ujian untuk saling mencotek, sesungguhnya akan membuat para siswa akan terlatih untuk tidak mencontek. Latihan-latihan ini yang di tahap awal mungkin merasa terpaksa, diharapkan suatu saat nanti menjadi kebiasaan dan kesadaran sendiri. Itu berarti, mengatur tempat duduk ujian dengan tidak menempatkan siswa dalam satu rombel untuk duduk berdekatan dapat menjadi latihan mereka untuk ujian secara jujur.

Bagi guru pengawas ruangan, sangat diharapkan ketelitian dan kejeliannya untuk menutup kemungkinan para siswa masih berusaha untuk saling mencontek walaupun sudah duduk agak berjauhan. Bagi peserta didik yang sudah terbiasa mencontek, boleh jadi jarak yang relatif jauh itu pun masih bisa dimanfaatkan untuk saling memberi dan menerima jawaban ujian. Maka pengawas wsajib menghentikan ini dengan cara menegur mereka. Dasar ketegasan pengawas ini sudah jelas tertulis dalam Tata Tertib Peserta Ujian. Itulah dasar hukum yang harus dipakai pengawas.

Yang ingin ditegaskan di sini adalah bahwa selain ketegasan pengawas, pengaturan kursi/ meja dan  menyiapkan soal-soal yang berbeda --standarnya sama-- untuk setiap peserta ujian dalam satu ruang ujian, maka dengan menempatkan siswa yang berbeda kelas/ rombel dalam satu ruang ujian adalah cara yang dapat mengurangi kesempatan siswa untuk mencontek. Dengan itu pula diharapkan para peserta ujian akan terlatih untuk berlaku jujur dalam mengikuti ujian. Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan