Rabu, 22 Oktober 2014

Catatan dari Rakor: Program SMK untuk SMA


Spanduk Rakor

DINAS Pendidikan Provinsi Kepri merencanakan untuk menyelipkan pendidikan keterampilan (life skill) pada kurikulum SMA/ MA. Melalui acara “Rapat Koordinasi  Penyusunan Program SMK 2015 dan Pendataan Informasi Program PSMK” yang dilaksanakan di Hotel Golden Virgo, Batam (21-24 Okt 2014) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri melalui Kabid Dikmenti, Muhd. Dali mengatakan bahwa program pendidikan keterampilan ini penting untuk anak-anak (SMA) yang tidak akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Mereka dapat langsung terjun ke masyarakat  dengan bekal keterampilan tersebut.


Seperti peserta didik SMK yang sudah diberikan keterampilan untuk bekerja, anak-anak SMA yang sebenarnya disiapkan untuk melanjutkan ke PT itu dapat saja langsung bekerja jika memangn tidak akan melanjutkan tersebab banyak hal. Program kecakapan hidup ini akan menjawab kekurangan kemampuan kecakapan mereka di bangku SMA. Begitu penjelasan Dinas Pendidikan ketika memberi pengarahan pada acara pembukaan Rakor.

Program Kecakapan Hidup (PKH) yang untuk tahun ini baru dalam bentuk pilot projec di beberapa SMA/ MA di provinsi ‘segantang lada’ ini akan dilaksanakan dengan memilih beberapa orang peserta didik di beberapa sekolah yang sudah ditentukan. “Ada delapan SMA/ MA yang dijadikan pilot projec pada awal pelaksanaan ini,” begitu penjelasan Pak Dali. Setiap SMA/ MA yang dipilih diminta menyiapkan siswanya sebanyak 5 (lima) orang saja. Lalu mereka nantinya akan dilatih dengan kecakapan tertentu sesuai dengan program kecakapan yang ada di SMK terdekat. SMK sebagai partner akan bertanggung jawab melatih siswa/ wi SMA/ MA yang sudah ditentukan. 

Walaupun penanggung jawab kegiatan ini adalah Kepala Sekolah (SMA/ MA) sasaran  yang tertunjuk, namun guru yang bertanggung jawab melatih/ membina siswa sasaran adalah guru-guru dari SMK yang sudah ditentukan tersebut. SMA/ MA sasaran hanya menyediakan guru pendamping selama pelatihan keterampilan dilaksanakan. Untuk tahap awal, konon mereka akan dilatih selama lima hari berturut-turut dengan durasi 8 (delapan) jam per harinya. Artinya mereka akan dilatih selama 40 (empat puluh) jam. Diharapkan waktu 40 jam itu cukup memberikan keterampilan dasar bagi meereka.

Ide memasukkan program keterampilan bagi siswa SMA/ MA pada awalnya adalah sebagai kertas kerja Kabid Dikmenti tersebut dalam Latpim (Pelatihan Kepemimpinan) Tingkat III yang tengah diikutinya. Dia mengajukan satu proyek perubahan dari siswa sekolah umum yang tidak terampil bekerja menjadi terampil bekerja. Latar belakang pemikirannya adalah karena begitu banyaknya siswa/ wi SMA/ MA yang seharusnya melanjutkan pendidikan ke APerguruan Tinggi, ternyata tidak bias melanjutkan. Ada banyak kendala, mengapa mereka tidak melanjutkan. Maka program ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran yang disebabkan ketiadaan keterampilan.

Semoga saja program mulia ini dapat berjalan dengan baik. Dari uji coba untuk beberapa sekolah pada tahun 2014/ 2015 ini, kelak suatu saat nanti bias menjadi program umum yang akan dilaksanakan di semua sekolah SMA/ MA yang ada. Semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman