Jumat, 22 Agustus 2014

Selamat Jalan, Sahabat

Bersama dr. Ade sebelum operasi
"SELAMAT jalan, Sahabat. Senyummu di antara rasa duka kami." Itulah yang tepat dan ingin saya ucapkan malam ini ketika datang melayat ke rumahnya. Siang tadi, sekitar pukul 13.30 dia pergi. Pergi untuk selamanya, menghadap Yang Maha Kuasa. Tiada kuasa siapapun dan apapun yang dapat mengalanginya. Tegas Dia mengatakan, "Maka apabila datang ajal mereka, tidak (ada yang) dapat menunda atau mempercepatnya." Pernyataan itu ditegaskan dalam kitab suci-Nya.


Hari Kamis (21/ 08) ini memang hari yang cukup menyedihkan bagi saya dan sebagian besar masyarakat di Karimun. Salah seorang tokoh masyarakat yang cukup dikenal karena berbagai kegiatannya, pergi untuk selamanya. Dia adalah salah seorang pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) kabupaten Karimun organisaasi tempat saya juga ikut mengabdi. Dia juga pengurus BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Karimun yang saya juga kebetulan ikut bersama. Dan dia adalah Ketua Yayasan Ar-Raudhah yang mengelola pesantren Ar-Raudhah dengan sekian banyak santri.

Terkejut dan sangatr terkejut, ketika siangnya mendapat berita Pak Kamal telah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Awalbros Batam. Saya ingat, dia memang tengah berjuang melawan penyakit penymubatan saluran empedunya sejak beberapa waktu belakangan ini. Informasi penyakit itu datang dari dia sendiri, ketika sekitar sebulan sebelumnya kami para pengurus BAZNAS Karimun membezuknya yang sudah terbaring sejak beberapa hari sebelumnya. Kata Pak Kamal waktu itu, dia sudah memeriksakan diri ke rumah sakit di Malaysia (Johor Baru) dan dia juga menunjukkan bukti hasil diagnosa dokter di sana. Selanjutnya dia akan melanjutkan berobat di Indonesia saja.

Hari Rabu (sehari sebelum pergi) dia sudah menjalani operasi berat di Rumah Sakit Awalbros, Batam. Dia sudah di Batam sejak beberapa hari sebelumnya. Pasca operasi itu, menurut teman-teman yang kebetulan sempat menjenguknya ke Batam, dia sudah sadar dan sudah kelihatan ceria di wajahnya. Tapi itu ternyata hanya beberapa saat saja. Sehari berikutnya, dia menghembuskan nafas terakhirnya ketika masih terbaring di ruang ICU rumah sakit itu.

Selamat jalan, Pak Kamal. Allah pasti sangat sayang kepada Pak Kamal. Allah pasti lebih tahu dan dan lebih tepat hal apa yang paling baik untuk pak Kamal. Kami yang ditinggalkan akan mendoakan, semoga perjalan menghadap Allah ini lanbcar dan sampai tiba dengan selamat dan bahagia ke sisi-Nya. Amiin.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan