Kamis, 07 Agustus 2014

Ketika Kemauan Guru Menggebu-Gebu

Suasana Sosialisasi K13 SMAN3 Karimun
HARI Rabu (06/ 08/14), hari ketiga awal masuk sekolah pasca libur lebaran Idul Fitri 1435, majelis guru SMA Negeri 3 Karimun mengadakan sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 yang diikuti para guru sebelum dan selama Ramadhan lalu.


Biasanya, sepulang pelatihan, setiap guru langsung mempresentasikan hasil pelatihannya di depan para guru lainnya. Namun karena beberapa kesibukan menjelang puasa dan banyaknya pelatihan yang sama selama bulan puasa, maka sekolah menyepakati bahwa sosialisasi hasil pelatihan oleh setiap guru yang sudah mengikuti pelatihan, akan diadakan setelah lebaran.

Itulah sebabnya, ketika sekolah kembali dibuka --sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Karimun-- pada hari Senin (04/ 08) kegiatan sosialisasi disepakati pada hari ketiga ini. Hari pertama itu, setelah Apel Pagi yang diisi dengan penyampaian nama-nama Wakil Kepala Sekolah oleh Kepala Sekolah, lalu Majelis Guru dan Pegawai TU melaksanakan pertemuan (rapat). Selanjutnya para Wali Kelas yang sudah diumumkan sebelum libur Idul Fitri, diminta masuk ke kelas masing-masing. Mereka mengecek peserta didik di kelasnya (kehadiran, dll) yang berkaitan dengan pengelolaan kelasnya.

Besoknya, hari kedua para guru langusng kelas untuk memulai proses pembelajaran. Pembelajaran hari pertama ini dimaksudkan untuk meyakinkan peserta didik (termasuk orang tua, tentunya) bahwa sekolah langsung belajar. Diharapkan, kebijakan ini memengaruhi cara berpikir mereka untuk tidak lagi bermain-main di awal masuk sekolah. Selama ini ada kecendrungan siswa kalau di awal-awal masuk sekolah pasca liburan, beberapa orang di antara mereka masih menambah masa liburannya. Mereka beranggapan di awal sekolah biasanya belum belajar juga. Imej inilah yang harus diubah dengan cara langsung belajar.

Di hari ketiga, selain meneruskan proses pembelajaran di kelas, sekolah juga melaksanakan sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013 ini. Kabupaten Karimun yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 pada Tahun Pelajaran (TP) 2014/ 2015 ini memang 'merapel' pelatihan bagi guru selama bulan puasa lalu. Tentu saja dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan para guru di TP lalu yang di beberapa sekolah di luar Karimun sudah melaksanakan Kurikulum 2013. SMA Negeri 3 Karimun yang sebagian besar gurunya mengikuti pelatihan sejak sebelum dan selama Ramadhan, dan belum sempat 'menularkan' ke guru lain, maka dilaksanakanlah pada awal masuk sekolah ini.

Jujur saja, saya cukup bangga dan puas dengan kegiatan sosilasisi ini. Meskipun dilaksanakan di sela-sela proses pembelajaran di kelas, kegiatannya dapat berjalan dengan baik. Kegiatannya sendiri dimulai pada pukul 09.30 setelah para terlebih dahulu masuk kelas di tiga jam pertama. Selanjutnya  para guru yang tidak sedang melaksanakan pembelajaran, berkumpul di ruang majelis guru. Dengan dipandu langsung oleh Kepala Sekolah, kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menampilkan para guru yang telah mengikuti pelatihan secara bergantian.

Beberapa materi yang disampaikan dan didiskusikan adalah pemetaan standar kompetensi pada Kurikulum 2013 dan membandingkannya standar di kurikulum sebelumnya. Tujuannya untuk melihat perbedaan materi yang mungkin harus disampaikan pada kelas XI yang pada TP ini menggunakan Kurikulum 2013 sementara ketika duduk di kelas X lalu mereka menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP) lama. Maka materi yang tersisa itu akan disampaikan dalam bentuk matrikulasi pada tahun ini. Itulah sebabnya diperlukan pemetaan tersebut.

Pada sesi berikutnya, para guru menyampaikan presentasi mengenai penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan Penilaian. Dua hal ini memang sangat penting dalam implementasi Kurikulum nanti. Dalam presentasi materi inilah saya melihat begitu bersemangatnya rekan-rekan guru. Boleh jadi karena memang menjadi tonggak utma untuk kesuksesan penerapan di kelas nanti. Setiap guru memanfaatkan untuk bertanya dan atau saling menambah informasi. Kelihatan sekali betapa guru bisa juga menggebu-gebu dalam kegiatan itu. Sungguh sangat membanggakan. Jika saja di ruang kelas nanti, mereka juga mampu membuat peserta didiknya untuk bversemangat, tentu proses belajarnya akan bagus sekali.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan