Minggu, 01 Juni 2014

Mendidik Kepala Sekolah Berkarakter

Sesaat menjelang acara pembukaan
DI DEPAN sana tertulis "Bimtek Kepala Sekolah SLTA dalam Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2014." Hari itu, Jumat (30/ 05) malam sekitar pukul 20.00 WIB di Hotel Aston, Tanjungpinang sedang berlangsung Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Karakter yang diikuti oleh 80 orang Kepala Sekolah (SMA/ MA/ SMK) negeri/ swasta se-Provinsi Kepulauan Riau. Duduk di depan itu Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kepri, Yatim Mustafa yang akan membuka acara secara resmi dan seorang lagi, Ketua Panitia kegiatan.


Di antara 80 orang Kepala Sekolah yang sudah diundang untuk datang, sebenarnya masih ada beberapa orang lagi yang belum hadir. Tapi sesuai jadwal, malam ini acara pembukaan akan dilaksanakan dan akan dilanjutkan/ diisi dengan sesi pertama, penyampaian materi oleh Kepala Dinas Provinsi dengan judul "Kebijakan Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau". Dalam penyampaian materi oleh Kepala Dinas, dia menguraikan pentingnya karakter bagi para Kepala Sekolah dan warga sekolah secara umum. Kepala Sekolah, katanya akan menjadi penentu utrama, apakah pendidikan karakter akan sukses di sekolah atau tidak.

Berulang-ulang Kepala Dinas mengingatkan pentingnya para pemimpin sekolah terlebih dahulu memahami dan melaksanakan karakter itu dalam kesehariannya sebelum nanti menjelaskan dan meminta warga sekolah lainnya untuk melaksanakan. Bagaimana mungkin menyuruh para guru, pegawai atau siswa melaksanakan karakter bangsa sebelum Kepala Sekolah melaksanakannya, tanyanya tanpa meminta jawaban kepada para peserta yang mendengar sambutan dan materinya. "Maka selama empat atau lima hari ini, para Kepala Sekolah di sini harus belajar dulu untuk berkarakter," katanya tanpa bermaksud menyimpulkan bahwa para Kepala Sekolah ini tidak atau belum berkarakter sebelum berkumpul di Ibu Kota Provinsi ini.

Tentu saja para Kepala Sekolah memahami maksud pimpinan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi itu. Harus diakui bahwa karakter adalah modal utama dalam membangunan sebuah sekolah. Sekolah akan maju dan berkembang serta bermutu jika warga sekolah tersebut memiliki dan membuktikan karakter diri masing-masing. Mulai dari Kepala Sekolah hingga siswa, wajib untuk memiliki karakter yang baik. Sifat-sifat seperti jujur, bersemangat, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras dan lain-lainnya itu merupakan beberapa nilai-nilai karakter yang wajib diterapkan di sekolah.

Saya setuju dengan peringatan Kepala Dinas itu bahwa selama di hotel mewah ini hendaknya para pimpinan sekolah mampu membuktikan dan menunjukkan bahwa dia memang memiliki karakter yang layak untuk untuk ditedladani oleh warga sekolah nantinya sekembali dari pelatihan ini. Selama training ini pasti akan dituntut untuk disiplin atau tepat waktu masuk, misalnya. Atau juga disiplin antri ketika akan makan atau istirahat coffebreak. Begitu pula berpakaian dan disiplin dalam mengikuti sesi-sesi kegiatan. Semua itu harus mampu diikuti oleh para peserta dengan penbuh disiplin.

Sebelum pidato Kepala Dinas, Ketua Panitia terlebih dahulu menyampaikan laporannya. Dalam laporannya, dia menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya Bimtek ini. Ada empat tujuan yang dipaparkannya di depan Kepala Dinas dan para peserta. 1) Untuk meningkatkan profesionalisme Kepala Sekolah dalam mengembangkan Pendidikan Karakter Bangsa di Sekolah; 2) Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap Kepala Sekolah dalam menjadikan sekolah yang berkarakter; 3) Untuk meningkatkan motivasi Kepala Sekolah dalam menjadikan sekolah yang berkarakter; dan 4) Sebagai wahana tukar pikiranb tentang bidang tugas antara sesama peserta, dan peserta dengan narasumber.

Jika tujuan itu dapat tercapai selama berlangsungnya kegiatan ini, tentu saja akan menjadikan sekolah yang ada di provinsi 'segantang lada' ini nantinya menjadi sekolah yang berkarakter. Kokoh dalam pendirian yang baik, bervisi unggul dan mampu meningkatkan mutu pendidikannya. Semoga.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman