Minggu, 09 Maret 2014

Surat Buat Pak Tjipto: Bapak Tak Berbohong

"SAYA ditelpon Pak Menteri dan Pak Wamen, saya katakan 'Maaf, Pak saya ada kegiatan lain. Kalau saya tidak katakan begitu, saya disuruh ketemu belyau-belyau itu." Begitu antara lain Pak Tjipto Sumadi membuka pembicaraan, Sabtu (08/ 03) sekitar pukul 13.30 WIB di Geudng Nasional, Karimun, Kepri, dalam satu acara Rakor (Rapat Koordinasi) Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Pejabat teras Kemdikbud RI yang paling bertanggung jawab di bidang Kurikulum itu hadir di Kabupaten Karimun sebagai narasumber dalam kegiatan Rakor dan Evaluasi Pembangunan Pendidikan untuk Implementasi Kurikulum 2013 di Kabupaten Karimun. Rakor diadakan oleh Dinas Pendidikan Karimun.


Dalam waktu yang sangat sempit, Pak Tjipto menyempatkan diri datang memenuhi undangan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Karimun, MS. Sudarmadi dalam acara tahunan yang sangat penting ini. Sebenarnya, menurut Pak Tjipto dia harus tetap berada di Jakarta saat itu. Pak Mendikbud mempunyai acara yang sangat padat. Pak Wamen (Wakil Menteri) juga demikian. "Bahkan besok (Ahad, 09/ 03: penulis) Pak Wamen harus ke Kalimantan untuk membuka satu acara yang juga berkaitan dengan implementasi kurikulum 2013," katanya. Jadi, katanya dia harus menjaga 'gawang' di Jakarta. "Kalau saya tidak menyebut saya ada kegiatan lain, pasti akan langsung dipanggil menghadap saat itu juga. Nama juga pembantu. Makanya saya sedikiit berbohong," guraunya ketika memulai pembicaraan.

Menurut saya, Pak Tjipto tidak berbohong. Malah saya mengapresiasi dan sangat menghormati keberaniannya untuk memenuhi permintaan keluarga besar pendidik dan tenaga kependidikan Karimun --via Dinas Pendidikan-- untuk menjelaskan kurikulum baru yang baru diimplementasi secara terbatas di beberapa sekolah sejak awal tahun pelajaran 2013/ 2014 lalu itu. Karimun sendiri belum melaksanakannya di tahun pertama itu. Jadi, Pak Kadis bertekad akan melaksanakannya secara keseluruhan (semua sekolah, tanpa kecuali) pada tahun pelajaran baru nanti.

Karena dia harus kembali berada di Jakarta pada sore Sabtu sementara Jumat malamnya masih berada di Jakarta maka dia hanya bisa berangkat Sabtu pagi menjelang siang. Dan sore, pada penerbangan sekitar pukul 17.00 harus sudah berangkat lagi ke Jakarta. Bayangkan lokasi Karimun yang memerlukan waktu minimal 2.5 jam dari Bandara Hang Nadim, Batam (karena Batam- Karimun harus menggunakan very lagi) maka Pak Tjipto hanya punya waktu sangat pendek di Karimun. Tiba di Tanjungbalai Karimun sekitar pukul 11.00, lalu istirahat sebentar dan pada sesi siang --pukul 13.15-- dia harus mengisi dengan menggeser dua narasumber lainnya. Hanya kurang lebih 90 menit saja dia sempat berada di ruang rapat lalu berangkat kembali (memakai kapal laut lagi) menuju Sekupang Batam untuk terus ke Hang Nadim. Dari Hang Nadim terus ke Jakarta.

Dalam kekaguman saya mendengar materi yang disampaikannya, terpikir juga oloeh saya kalimat pembukanya di awal dia berbicara itu tado. Jika dia mengatakan harus berbohong demi Karimun, saya menganggap dia tidak berbohong. Dengan mengatakan 'saya ada kegiatan lain' kepada Pak Menteri dan Pak Wakil Menteri, dan kedua petinggi Kemdikbud itu tidak lagi bertanya apa-apa, artinya tidak ada kebohongan di sini. Jika pun dia tidak melaporkan rencananya untuk ke Karimun di akhir pekan (Sabtu) seperti itu, itu juga bukan berbohong. Apalagi katanya dia akan melaporkan bahwa dia telah memberikan materi (sekalian sosialisasi) Kurikulum 2013 yang kontroversi itu sekembalinya ke Jakarta, maka menurut saya Pak Tjipto tidak perlu merasa berbohong.

Saya dan semua keluarga besar pendidikan di Karimun tentu saja sangat berterima kasih kepada Pak Tjipto yang menyempatkan diri hadir dalam acara resmi Dinas Pendidikan Karimun itu. Saya tahu, selevel direktur pun di kementerian juga akan sama sibuknya dengan menteri atau wakil menteri. Suka atau tidak suka, Kurikulum baru ini sudah dilaksanakan. Dan Karimun yang menunda implementasinya pada awal tahun baru nanti, sangat memerlukan penjelasan yang akurat dan dari tangan pertama perihal kurikulum ini. Jadi, Bapak tidak berbohong.***

2 komentar:

  1. pak tjipto memang org yg hebat dan anaknya sekolah di tempat saya.

    salam
    omjay

    BalasHapus
  2. Ya, Om Jay, dia memberi materi dalam waktu kl 90 menit tapi terasa begitu sebentar saja. Banyak sekali jokinya untuk membuat kami (peserta rakor) bergairah dan sadar agar segera berubah. Hebat,memang dia.

    BalasHapus

Silakan