Sabtu, 08 Maret 2014

Catatan dari Rakor Dinas Pendidikan Karimun

RAPAT Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pembangunan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun tahun 2014 ini diikuti hampir 300 orang Kepala Sekolah se-Kabupaten Karimun. Dari Kepala/ Pimpinan TK (Taman Kana-kanak) sampai ke SLTA diikutkan dalam Rakor ini. Rakor berlangsung di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun.

Dimulai dengan pendaftaran peserta pada hari Jumat (07/ 03) lalu, sesuai jadwal di Buku Panduan Rakor kegiatan pertama adalah Pra Rakor yang seharusnya dilakansakan pada pukul 19.30 (Jumat Malam) lalu. Tapi acara pertama yang sudah terjadwal ini tidak jadi dilaksanakan. Sebagian para peserta yang tidak tahu pembatalan acara ini banyak yang terlanjur datang. Malam ini tidak ada acara.

Besoknya, pukul 08.00 --sesuai jadwal juga-- adalah Pembukaan Rakor yang langsung akan dibuka Bupati Karimun. Sayangnya, jadwal ini sedikit molor. Mungkin sudah menjadi tradisi bahwa waktu kegiatan selalu saja terlambat dari jawal yang sudah ada. Akhirnya kegiatan baru dimulai pada 09.00 WIB alias molor satu jam. Dan karena bupati beralangan hadir maka yang membuka Rakor adalah Wakil Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq.

Saya melihat, selain seluruh Kepala Sekolah --TK, SD, SMP, SMA, SMK-- hadir juga pada pembukaan Rakor ini antara lain, para Pengawas Satuan Pendidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan Karimun, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karimun, Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia Kabupaten Karimun dan beberapa pejabat daerah dan tokoh masyarakat Karimun. Mantan Sekretaris Daerah Karimun, Anwar Hasyim juga tampak hadir di barisan paling depan itu.

Acara pembukaan diawali dengan mengumandangkan Lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirian yang dipimpin oleh Riva Nurilla (Ka SD Negeri 013 Teluk Air, Kecamatan Karimun). Selanjtunya doa yang dipandu oleh Pak Saiman, salah seorang pengawas. Sebelum Wakil Bupati memberikan sambutan dan pengarahan yang sekaligus akan membuka secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan Karimun, MS Sudarmadi terlebih dahulu memberikan laporan.

Dalam laporan setengah jam lebih itu, Pak Kadis menjelaskan panjang lebar berbagai hal pendidikan di Kabupaten Karimun. Dimulai dengan penjelasan perihal latar belakang dan  tujuan diadakannya Rakor serta para pihak yang terlebih dalam Rakor sampai kepada situasi pendidikan terkini di Karimun.  Dijelaskan juga menbgenai rencana implementasi Kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan pada awal tahun pelajaran baru nanti. Karimun memang belum melaksanakan Kurikulum 2013 pada Tahun Pelajaran (TP) 2013/ 2014 lalu walaupun di beberapa sekolah di kabupaten lain di Provinsi Kepri sudah melaksanakannya. Oleh karena itu pada TP 2014/ 2015 yang akan datang Karimun berencana akan melaksanakannya untuk semua sekolah. "Ini pekerjaan berat dengan biaya yang juga sangat berat," kata Pak Kadis dalam laporannya.

Setelah laporan Kepala Dinas dilanjutkan dengan Sambutan dan Pengarahan oleh Wakil Bupati. Pak Aunur Rafiq dalam sambutan pengarahannya menjelaskan kembali tentang pentingnya Rakor dalam sebuah organisasi. "Sayangnya, waktu Rakor ini tidak maching dengan Musrembang yang baru saja ditutup semalam," kata Pak Wabup. Pak Rafiq mengatakan bahwa hasil-hasil Rakor ini kan nantinya akan diusulkan menjadi bagian dari pembangunan Karimun secara keseluruhan. Jadi, jika ini dilakukan sebelum Musrembang tentu saja akan dengan mudah memasukkannya ke bagian rencana pembangunan yang sudah ditetapkan di Musrembang itu.

Namun demikian, kata Pak Wabup masih ada kesempatan untuk menyesuaikannya. Walau agak terlambat, bahan-bahan itu masih bisa diolah kembali agar hasil Rakor ini nanti tidak sia-sia. Panjang lebar Wabup menguraikan tentang perlunya pendidikan bermutu. Dengan mengaitkannya dengan visi-misi kabupaten Karimun, Pak Wabup mengingatkan bahwa untuk mencapainya diperlukan pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional. Untuk itu, Dinas Pendidikan diingatkannya untuk terus memberikan pembinaan kepada para guru yang dari sedi jumlah sudah cukup walaupun penyebarannya belum merata.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan