Senin, 03 Februari 2014

Contoh yang Tidak Baik

TEPAT pukul 07.00 bel dibunyikan. Seperti Senin sebelum-sebelumnya, Senin (03/02) ini Apel Senin Pagi segera akan dimulai. Tapi pagi ini, agak berbeda. Pembina Upacara bukan Kepala Sekolah atau guru yang mewakili Kepala Sekolah.


Hari ini, sesuai rencana akan bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Camat Meral, Eko Riswanto. Itulah sebabnya sebelum bel dibunyikan, para siswa sebagai peserta dan petugas upacara sudah bersiap-siap di halaman sekolah. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan sudah memberitahukan melalui pengeras suara supaya para peserta upacara segera bersiap-siap karena akan ada tamu itu.

Lima menit sudah berlalu. Selain para siswa, guru-guru SMA Negeri 3 Karimun juga sudah berbaris rapi di tempat biasa, sebelah kiri podium Pembina Upacara. Hanya tamu dari luar yang kebetulan sudah hadir duluan yang belum mengambil posisi barisan. Ada Kepala UPTD Meral- Tebing, ada Kepala Puskeasmas Meral dan seorang stafnya, ada tiga orang Pengawas Pendidikan yang juga bersiap akan mengikuti Upacara Bendera Senin Pagi. Sayangnya Pak Camat belum juga datang. Kata Kepala UPTD, Rahmat yang mencoba menelpon petinggi kecamatan itu mengatakan bahwa camat sudah di jalan.

Di halaman para siswa sudah memulai upacara dengan bagian pendahuluan. Setelah setiap ketua regu menyiapkan barisannya masing-masing, memberi hormat kepada Pemimpin Upacra dan melapor, lalu peserta upacara diambil alih oleh Pemimpin Upacra. Kemudian peserta diistirahatkan sambil menunggu pembina yang belum juga datang.

Beberapa guru dan pengawas yang hadir sudah mulai gelisah. Waktu upacara sudah berlalu 10 menit. Ada juga kekhawatiran, kalau-kalau peserta upacara (siswa) akan memnganggap sekolah tidak lagi disiplin. Biasanya persis pukul 07.00 itu upacara langsung dimulai. Jika ada yang terlambat akan diproses dan diberi sanksi. Jika sekarang sudah berlalu 10 menit, takutnya mereka akan mempersoalkannya. Begitu beberapa di antara guru dan pengawas berbisik-bisik.

Akhirnya upacara bendera itu dilanjutkan setelah Sekcam muncul. Saat itu sudah pukul 07.13. Pembawa acara langsung mempersilakan Pembina Upacara mengambil tempat. Acara dimulai dengan penghormatan kepada Pembina Upacara dan diteruskan menaikkan sang merah putih lalu acara-acara lainnya sesuai tertib acara yang sudah disusun.

Selepas acara selesai, ternyata tadi ketika bendera sudah dinaikkan, Pak Camat baru datang. Menurut guru piket di depan sekolah, Pak Camat kembali lagi ke kantor karena sudah ada Sekcam sebagai pembina. Tentu saja berita itu sedikit membuat suasana sedikit tegang. Pak Sekcam yang sudah selesai dengan tugasnya, ternyata merasa bersalah juga. Khawatir nanti camatnya tersinggung. Sekcam memang tidak bisa berbuat apa-apa, karena sesaat dia sampai tadi, langsung dipanggi naik podium upacara. Semua peserta upacara memang sudah siap sebelum dia sampai. Tidak ada lagi diskusi dan sebagainya.

Ini kejadian kedua, seorang pembina tidak jadi ikut upacara karena terlambat. Bahkan sebelumnya adalah seorang polisi dari Polres Karimun. Sekolah sudah memberitahukan bahwa jadwal upacara adalah tepat pukul 07.00 WIB. Dan karena tidak ada keberatan dengan jadwal waktu itu maka ketika datang terlambat, tentu saja upacara harus tetap dilaksanakan. Salahkah sekolah? Tentu saja tidak. Ini adalah bagian disiplin sekolah yang memang sudah diterapkan. Tidak baik jika itu harus berubah karena keterlambatan.

Bagi sekolah, pejabat yang sudah sepakat akan datang tepat waktu tapi akhirnya tidak datang sesuai waktu, akan memberi kesan yang tidak baik. Para siswa juga akan mendapatkan contoh yang tidak baik dari pejabat itu. Sungguh akan merugikan semua pihak. Sekolah akan dirugikan sementara si pejabat juga akan dirugikan karena akan dinilai tidak disiplin oleh para siswa.

Seharusnya, jika sudah tahu dan sepakat bahwa upacara akan dimulai sesuai jadwal maka ikutilah jadwal itu. Komitmen akan jadwal tentu akan memberikan kesan yang baik bagi sekolah, khususnya bagi para siswa yang sangat memerlukan contoh dari kita sebagai orang tua atau gurunya. Semoga ke depan, keterlambatan seperti ini tidak terulang lagi.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman