Rabu, 15 Januari 2014

Buntu juga Inspirasi

"KETIKA suatu hari tiba-tiba saja tidak ada ide yang timbul untuk ditulis, janganlah berputus asa." Itu salah satu pesan yang disampaikan seorang penulis terkenal dalam memberikan motivasi agar terus menulis setiap hari. Saya setuju semangat motivasi itu. "Jangan berputus asa," tegasnya. Saya kira memang tidak seharusnya berputus asa.


Jika sudah membuat tekad bahwa setiap hari 'wajib' menulis maka menulislah sesuai tekad itu. Jangan berubah perinsip dari tekad untuk terus menulis menjadi berhenti menulis. Teruslah menulis. Menulis, menulis dan menulis. Tulislah apa saja. Sekali lagi, tekad dan semangat seperti itu harus terus dipertahankan.

Persoalannya, (jika ini dianggap persoalan) seumpama tidak ada ide, apakah juga harus menulis? Mungkinkah orang bisa menulis sementara ide yang mau ditulis tidak ada? Saya berperinsp, tetap harus menulis. Tekad menulis setiap periode waktu yang sudah ditentukan, ya menulislah. Tidak ada ide tidak perlu juga disesali untuk menyebabkan tidak menulis. Tetap saja berusaha untuk menulis dalam keadaan perasaan tidak ada ide alias otak lagi buntu itu.

Justeru tidak munculnya inspirasi untuk melahirkan sebuah gagasan yang akan ditulis, dijadikan sebagai sebuah inspirasi dan ide baru. Akan ada pertanyaan, mengapa hari itu, misalnya tidak ada gagasan yang mau ditulis. Adakah karena kewajiban membaca belum dilaksanakan? Apakah kaena kesibukan pekerjaan rutin lain yang membuat tidak sempat memikirkan masalah lain? Dari pertanyaan-pertanyaan itu akan ada jawaban-jawaban yang boleh jadi merupakan ide baru yang layak dibaca orang. Singkatnya, buntunya pikiran atau kosongnya ide baru di pikiran, sesungguhnya merupakan satu ide juga untuk dijelaskan kepada pembaca.

Kita bisa ceritakan bagaimana tekad untuk menulis setiap hari sudah menjadi tekad yang tidak bisa ditawar-tawar. Dan kita sudah buktikan selama ini bahwa setiap periode itu memang selalu lahir minimal satu tulisan yang layak dibaca orang lain. Hanya pada hari titulah kebetulan tidak ada gagasan yang mau disampaikan. Nah, justeru tidak ada gagasan dengan penjelasan dari berbagai sudut itulah yang akan menjadi gagasan baru. Jadi, buntu ide sesungguhnya juga bisa menjadi inspirasi baru untuk ditulis. Sehingga tradisi menulis setiap hari (periode tertentu yang sudah ditetapkan) itu terus mampu dilaksanakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman