Jumat, 27 Desember 2013

Empat Regu Tiga Prestasi

SORE, sekiktar pukul enam, Kamis (26/ 12) semalam saya menerima SMS dari guru Olahraga, Pak Ronal. Dia menjelaskan bahwa tiga regu dari empat regu yang ikut dalam turnamen olahraga bola volly dan futsal yang diselenggarakan UK (Universtitas Karimun) meraih prestasi. Hanya satu regu yang tidak meraih tempat terhormat. Jelasnya SMS itu berbunyi begini: Pak, volley putra juara 2, volley putri juara 3 dan futsal A juara 1. Wow, tiga peringkat mereka boyong, kata saya dalam hati membaca sekaligus membalas membneri selamat.

Saya teringat kalau dalam beberapa hari ini empat regu tim SMA Negeri 3 Karimun memang ikut ambil bagian dalam pertandingan volly (satu regu putra dan satu regu putri) dan cabang futsal putra yang juga mengirim dua regu, A dan B. Dan hari ini (Kamis) adalah laga final untuk kedua cabang tersebut. Diikuti oleh seluruh SLTA se-Pulau Karimun, tiga regu utusan sekolah tempat saya bertugas ternyata mampu menembus final. Cabang volly (putra) maju ke final untuk memperebutkan juara puncak dan yang putri final memperebutkan juara tiga-empat. Sementara cabang futsal putra juga menembus final puncak.
Dari tiga final itu, cabang futsal meraih juara pertama, volly putra meraih juara kedua dan volly putrid berhasil mengalahkan lawannya untuk merebut tempat ketiga. Ini adalah prestasi yang tidak saya sangka. Mereka pergi hanya empat regu tapi tiga regu mampu berprestasi dengan baik.

Tentu saja saya bangga dengan prestasi ini. Dalam kesibukan mereka mengikuti pertandingan antar kelas di sekolah, mereka ternyata dalam waktu yang sama juga mengikuti turnamen yang diselenggarakan UK dalam rangka disnatalis dan wisuda sarjana kedua tahun 2013 itu. Pasti tidak mudah menembus partai final karena harus menyingkirkan tim-tim sekolah lain. Ada belasan sekolah yang ambil bagian dalam turnamen ini.
Ada pesan yang patut diperhatikan dari setiap kegiatan peserta didik. Apapun yang mereka ikuti, hasilnya selalu akan dipengaruhi bahkan ditentukan oleh kemauan mereka itu sendiri. Sering kita (guru) terkadang memaksakan keinginan guru sendiri tanpa memperhatikan keinginan siswa. Dan ketika siswa gagal melakukan atau meraih prestasi sebagaimana keinginan guru, justeru yang disalahkan adalah siswanya sendiri.

Di berbagai kesempatan lomba atau pertandingan, lazimnya guru ingin meraih prestasi terbaik. Tentu saja ini tidak salah. Justeru kita wajib membuat target harapan itu. Karena itu pula para guru akan memulainya dengan melakukan pembinaan-pembinaan. Dalam proses pembinaan inilah harus dipupuk kemauan dan motivasi peserta didik untuk meraih prestasi tersebut. Dan ketika kemauan guru tidak sejalan dengan kemauan dan motivasi siswa, di situlah akan terjadi gap harapan. Justeru kegagalanlah yang akan didapatkan.


Ada banyak bukti betapa para siswa mampu meraih berbagai prestasi yang terkadang melebihi harapan guru disebabkan oleh keberhasilan guru memupuk kemauan dan motivasi siswa itu sendiri. Dugaan awal bahwa siswa tidak akan mampu ternyata sebaliknya. Mereka bias berhasil lebih dari apa yang ditargetkan. Itu semua selalu bermula dari kemauan. Benar peribahasa orang tua-tua dahulu bahwa di mana ada kemauan maka di situ aka nada jalan. Maka kerja guru Pembina akan kelihatan lebih mudah jika guru tersebut mampu menanamkan keingina yang tinggi dari siswa itu sendiri. Semoga!***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman