Minggu, 24 November 2013

Jangan (Lagi) Korbankan Siswa

SENIN (25/ 11) ini dilaksanakan Apel Bendera memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) ke-68 yang disejalankan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2013. Peristiwa bersejarah 68 tahun lalu yang mengukuhkan lahirnya organisasi secara Nasional yang mengikat semua guru di Tanah Air itu sangat penting bagi insan pendidik.

Di semua daerah --termasuk di Karimun-- peringatan Hari Guru selalu meriah dan dilaksanakan dengan berbagai acara. Pada tahun ini misalnya, PGRI Kabupaten Karimun melaksanakan banyak agenda kegiatan dalam rangka memperingati dan memeriahkan hari bersejarah guru itu. Diawali dengan pertandingan olahraga (volly, catur, tenis meja) antar PC (Pengurus Cabang) se-Kabupaten Karimun sebulan lalu yang selanjutnya dilaksanakan pula kegiatan bakti sosial beberapa pekan berikutnya.

Di Pulau Karimun (terdiri dari tiga PC), masih ada satu agenda yang sangat meriah karena melibatkan semua siswa dan guru/ pegawai se-Pulau Karimun ini. Kegiatan itu adalah Gerak Jalan Sehat yang dilaksanakan pada hari Sabtu (23/ 11) lalu. Karena diikuti oleh seluruh siswa (dari TK s.d. SLA) dan para guru serta pegawai maka proses pembelajaran pada hari itu dialihkan ke lokasi gerak jalan: Costal Area. Dengan bahasa lain, sekolah diliburkan dan siswa tidak mengikuti pembelajaran sebagaimana biasanya. Suka tidak suka, siswa harus dikorbankan.

Pada 28 November nanti juga akan diadakan acara Resepsi HUT PGRI di Lapangan Sepakbola Pangke. Direncanakan pada waktu itu juga akan diikuti oleh seluruh guru se-Kabupaten Karimun (termasuk yang di Pulau Kundur, Moro, dan pulau-pulau lain) yang ada sekolahnya. Dan sekali lagi, proses pembelajaran tidak akan dapat dilaksanakan di sekolah sebagaimana biasa karena guru sudah pergi. Artinya siswa akan libur lagi.

Maka untuk apel Senin ini, haruslah diperhatikan oleh sekolah dengan baik. Jangan lagi siswa dikorbankan untuk tidak belajar. Peserta apel hari ini hanya perwakilan dari para guru saja. Jadi, tidak semua guru diikutkan. Maka sekolah yang siswa dan gurunya masih di sekolah, jangan sekali-kali mencari helah untuk tidak belajar. Kepala Sekolah harus memastikan kalau proses pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Mengapa ini harus diulas? Ternyata masih ada beberapa guru yang berharap agar hari Apel Bendera ini tidak usah belajar. Para pendidik ini beralasan, ini adalah tanggal sakral bagi PGRI. Hari inilah sebenarnya PGRI itu lahir. Jadi, harus dimuliakan. Alasan yang masuk akal. Tapi harus diingat bahwa hari ini tidak termasuk libur Nasional. Jadi, tidak perlu juga sekolah ditutup.

Lagi pula, beberapa hari lain tadi itu sudah sengaja disiapkan untuk memperingati dan memeriahkan Hari PGRI dan HGN itu. Sudah cukuplah itu sebagai bukti kita membesarkan PGRI. Jangan lagi dikorbankan anak-anak kita di hari lain. Satu hal yang harus diingat bahwa memberikan pelayanan yang benar kepada peserta didik, itulah cara yang tepat membuktikan kita cita dengan PGRI. Jika guru sukses dalam pembelajaran maka PGRI akan sukses juga di mata masyarakat. Dirgahayu PGRI! Jayalah PGRI!***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan