Kamis, 31 Oktober 2013

HUT Karimun: Remaja Molek Tengah Bersolek

INILAH catatan tersisa, Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karimun, Kepri. Terlambat ditayang karena alasan yang tak terang. Marilah saya berandai-andai: Dalam usia 14 tahun, jika dia seorang gadis tentu saja masih sangat muda. Itu usia remaja yang masih 'bau kencur' dan masih suka bermain. Belum bisa disebut dewasa. Jika pun sudah menstruasi tapi mungkin baru sebagai pengalaman awal remaja. Yang pasti belum bisa menikah secara resmi. Undang Perkawinan juga belum membolehkan. Kira-kira begitu, analoginya kalau manusia.

Tapi jika yang berusia 14 tahun adalah sebuah daerah kabupaten tentu lain ceritanya. Inilah Kabupaten Karimun (satu dari tujuh kabupaten/ kota di Provinsi Kepri) yang pada hari Sabtu (12/ 10) dua pekan lalu berulang tahun untuk ke-14 maka analogi gadis bau kencur tidaklah terlalu tepat. Kabupaten dengan brand 'negeri berazam' ini justeru sudah bagaikan seorang dewasa yang akan mampu mengurus dirinya. Itu kata para petinggi di daerah ini berulang-ulang terutama dalam beberapa kegiatan bersempena HUT itu.

Sejak Karimun menjadi sebuah kabupaten yang terpisah dari Kabupaten Kepulauan Riau dengan disahkannyaUndang-undang Nomor 53 Tahun 1999 (tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam) Kabupaten Karimun memang langsung berbenah. Bersama daerah/ kota tingkat II se-Provinsi Riau waktu itu, Karimun mencoba membangun dirinya. Belakangan, setelah Kepri menjadi sebuah provinsi yang terpisah dari Riau maka kabupaten ini semakin menampakkan geliat pembangunannya.

Saat ini, dari tujuh kabupaten/ kota di provinsi 'segantang lada' ini Karimun termasuk yang paling moncer kemajuannya. Dia benar-benar bagaikan remaja molek (cantik) yang lagi asyik-asyik bersolek. Bersolek, tentu saja karena ingin memikat pandangan dari luar. Bagaikan seorang remaja baru pubertas, Karimun terus berhias. Berbagai pembangunan digesa.

Menurut Aunur Rofiq, PLH Bupati pada saat apel peringatan HUT kemarin itu, bahwa Karimun dalam lima tahun terakhir telah maju-pesat. Di berbagai bidang peningkatan signifikan terjadi berkat pembangunan yang dilakukan. Saya tidak mengutip pidato panjang yang dibacakan cukup lama itu. Bagaikan Suharto membacakan pidato tahunan di acara 17-an Agustus, Wakil Bupati Karimun cukup jelas menguraikan peningkatan kemajuan kabupaten yang berangan-angan membangun jembatan penghubung Pulau Sumatera melalui Riau dan akan dibungkan ke Johor, Malaysia sana. Wow, impian yang sangat spektakular dari Bupati Karimun, Nurdin Basirun.

Buat masyarakat Karimun hari ini, sesungguhnya semua angan-angan itu tidak menjadi masalah. Kemajuan yang diuraikan Pak Wabup itu juga akan diterima sebagai sebuah informasi. Tapi yang jauh lebih penting untuk digesa saat ini adalah pendidikan, kesehatan dan infrastruktur transportasi dalam masyarakat Karimun sendiri. Menurut laporan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, sekolah-sekolah di Karimun masih serba kekurangan. Kelas-kelas ruang belajar masih kurang sehingga masih ada sekolah sore atau melaksanakan pembelajaran dua atau tiga shiif.

Masalah kesehatan juga masih harus menjadi perhatian khusus.  Para penderita beberapa jenis penyakit belum tertangani di kabupaten ini padahal rumah sakitnya sering dibangga-banggakan para pejabat. Benar Rumah Sakit Umum Daerah sudah bagus fisik (gedungnya). Tapi pelayanan dan dokternya tidak meadai. Orang-orang miskin mengeluh berobat karena merasa tidak dilayani dengan baik sementara orang-orang kaya pergi berobatnya ke Malaysia atau Singapura karena merasa para dokter di sini belum memadai. Tidakkah ini jauh lebih penting?

Begitu pula masalah transportasi yang harus menghubungkan begitu banyak pulau. Dengan ribuan pulau di daerah ini maka sarana prasarana transportasi akan menjadi ukuran maju-sajehteranya Karimun bersama rakyatnya. Maka, gadis molek yang suka bersolek ini jangan sampai keasyikan bersolek sehingga lupa tugas utamanya. Itu saja catatan tersisa ini.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan