Minggu, 04 Agustus 2013

Bolehkah Aku Khawatir?

INI kekhawatiran pribadi. Ya, pribadi. Hanya terasa oleh diri sendiri karena memang diri sendiri yang melaksanakannya. Jika ada kekhawatiran ini, ya ini sifatnya sangat pribadi. Pribadi dalam arti tidak melibatkan orang lain.


Yang saya maksud adalah tugas-tugas dakwah selama Ramadhan ini. Sesuai jadwal yang sudah disusun oleh PMKK (Persatuan Muballigh Kabupaten Karimun) untuk mengisi santapan rohani Ramadhan selama bulan mulia tahun 1434 ini, saya adalah salah satu dari sekian banyak pendakwah yang diberi tugas mengisi tausiah Ramadhan. Hampir setiap malam saya mengisi tausiah agama di masjid atau musolla di sekitar Meral dan Karimun sesuai jadwal tersebut.

Nah, tentu saja saya hanya bisa menyampaikan materi agama dari alquran, hadits atau buku-buku agama yang ditulis oleh para ahli agama yang saya baca dan pahami. Sifatnya tentu saja menyampaikan. Itupun sesuai sunnah bahwa setiap muslim wajib menyampaikan ajaran agama walaupun hanya satu kalimat. Hampir setiap malam saya berpindah dari satu masjid ke masjid atau musolla lainnya. Tentu saja saya berusaha menyampaikannya sesuai kebenaran yang ada di buku-buku yang dipakai.

Justeru yang saya khawatirkan itu adalah, apakah setiap yang sudah saya sampaikan itu mampu atau sudah saya amalkan? Jika saja ada satu atau dua hal yang sudah saya sampaikan namun ternyata saya malah tidak atau belum melaksanakannya, wah betapa berbahayanya itu. Dalam alquran jelas dikatakan, dosa besar bagi seseorang yang hanya mengatakan tapi tidak mengamalkan atau tidak melaksanakannya.

Inilah yang saya khawatirkan itu. Boleh, kan saya khawatir? Maklum, sebagai manusia pasti banyak kelemahannya. Bisa saja saya lupa atau lalai melaksanakan apa yang sudah saya katakan. Berbuih bibir saya menyampaikannya di hadapan para jamaah, tapi ternyata saya malah tidak melaksanakannya. Kan itu celaka namanya.

Namun demikian, sesungguhnya saya sudah berusaha sekuat usaha untuk melaksanakan atau mengamalkan apa yang sudah saya katakan. Jika misalnya saya menganjurkan agar jamaah bersedekah, maka saya sendiri memang sudah melakukannya terlebih dahulu walaupun mungkin kadarnya hanya sedikit. Jika kita misalnya menyuruh jamaah untuk melaksanakan solat maka kita sendiri terlebih dahulu wajib melaksanakannya. Semoga saja kekhawatiran saya ini hanya sekedar khawatir saja. Saya akan terus berusaha melaksanakannya terlebih dahulu sebelum memerintahkannya kepada orang lain. Insyaallah!***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman