Minggu, 07 Juli 2013

Dorongan Menulis Guru

DI ERA digital seperti sekarang, kemudahan menyimpan dan membawa tulisan dan bahan bacaan begitu sangat mudahnya. Dengan modal laptop atau notebook bahan bacaan dan karya tulis seberapa banyak pun dengan mudah dapat dibawa-bawa kemanapun kita mau. Begitu pula dengan konsef (draf) tulisan dapat dibuat dan disimpan dengan mudah.


Seorang guru yang merasa dituntut untuk senantiasa membaca dan menulis karena memang menjadi kewajiban untuk mengembangkan budaya membaca dan menulis tentu saja akan kesulitan jika masih menggunakan fasilitas model dulu (kertas). Untuk menghasilkan sebuah tulisan (walaupun pendek sekalipun) tetap saja memerlukan waktu yang tidak sekali jadi. Terkadang tetap diperlukan konsep atau draf tertentu dan harus dibuat berulang-ulang. Nah, dengan fasilitas komputer plus internet maka sangat terasa sekali kemudahan dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis.

Lalu apa yang diperlukan agar seorang guru terus-menerus mengembangkan budaya membaca dan menulis? Hal pokok dari semua hal yang pokok adalah motivasi dari diri sendiri. Motivasi atau dorongan adalah dasar dan akan menjadi kunci keberhasilan seorang guru dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis. Seorang guru yang notabene akan mengembangkan budaya membaca dan menulis kepada peserta didiknya maka budaya membaca dan menulis itu haruslah dibuktikan terlebih dahulu oleh guru tersebut pada dirinya.

Tidak akan mudah guru berharap kepada muridnya untuk mau menerapkan budaya baca dan tulis pada dirinya jika si murid tidak melihat gurunya melaksanakannya terlebih dahulu. Faktor teladan ini sangatlah menentukan berhasil-tidaknya arahan atau perintah seorang guru kepada muridnya. Kegagalan pembelajaran di kelas tidak jarang terjadi karena tidak adanya motivasi peserta didik dalam melaksanakan dan mengikuti pembelajaran. Dan motivasi peserta didik akan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana seorang guru mampu menunjukkan bahwa pekerjaan itu memang bisa dilakukan. Guru sudah membuktikannya. Itulah kuncinya.

Jadi, jelaslah bahwa yang mesti menjadi dorongan seorang guru dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis adalah dorongan untuk membuktikannya sendiri pada diri sendiri. Guru harus terdorong untuk melakukannya demi menjadi teladan kepada peserta didiknya. Semoga kita semua mau dan mampu menjadi teladan kepada anak-didik kita. Itulah kiranya deorongan utama yang mesti ada dalam diri kita.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan