Senin, 24 Juni 2013

Ke STQ Provinsi Juga Tugas

PAGI ini, Senin (24/ 06) rombomgan kafilah STQ Kabupaten Karimun berangkat meninggalkan kabupaten berazam untuk mengikuti STQ Provinsi Kepri di Tanjungpinang. STQ akan berlangsung dari 25 hingga 29 Juni 2013 di Ibu Kota Provinsi, Tanjungpinang. Enam kabupaten/ kota akan beradu kemampuan pada ajang dua tahunan itu.


Saya kebetulan ikut dalam kafilah Karimun sebagai pelatih/ ofisial bersama rombongan besar dengan kelompok penggembira dan pengisi acara seni. Satu kapal berkapasitas 400-an orang,  Dumai Line dicarter Pemda umtuk keberangkatan ini. Para peserta lomba dan ofisial sebenarnya hanya kurang lebih 30 orang saja. Tapi dalam kapal ini ada kurang lebih 400-an orang karena bergabung dengan kelompok lain itu tadi.

Saya melihat, termasuk dalam rombongam ini antara lain Asisten 1 Sekretariat Karimun, Bapak H. R. Usman yang bertindak sebagai ketua rombongan kafilah STQ Karimun ini. Ada juga Kabag Kesra dan Keagamaan, Usman, S. Sos M Si beserta beberapa orang stafnya. R. Usman berbaur bersama para penumpang lain dalam kapal yang cukup besar ini.

Bertindak sebagai Ketua kafilah adalah H. Azhar Hasyim, mantan Ka KUA Kecamatan Karimun yang memang setiap MTQ/ STQ selalu mendapat tugas sebagai Ketua Kafilah dari Bupati Karimun. Dalam penjelasannya di kapal dia menjelaskan bahwa lafilah kali ini menargetkan kembali sebagai juara umum padabSTQ ke-5 ini. Sekalian sebagai ajang uji coba menghadapi MTQ Tingkat Provinsi tahun depan yang kebetulan akan diselenggarakan di kabupaten Karimun. "Apakah target itu akan tercapai atau tidak," tanya Pak Azhar pada diri sendiri. "Mari kita tunggu dan berdoa untuk harapan itu," katanya menambahkan.

Menurut saya tentu saja yang penting tampil prima dulu seperti pesan bupati sebelum berangkat pagi tadi. Apapun hasil akhir nanti jelas akan ditentukan oleh bagaimana peserta tampil dalam lomba nanti. Jika mereka bisa tampil prima tanpa kesalahan maka harapan itu akan terwujud. Jika sebaliknya, hasilnya pun akan sebaliknya pula.

Secara pribadi justeru yang menjadi pikiran saya sebagai seorang PNS (guru) apakah keikutsertaan saya ini tidak berarti saya meninggalkan tugas-tugas kepegawaian saya? Saya pikir tergantung bagaimana melihat dan mengelolanya. Bagi orang-orang yang melihat tugas-tugas sosial seperti ini adalah tugas orang lain selain guru maka tentu saja mereka akan menganggap keikutsertaan saya sebagai pelanggran disiplin pegawai. Tapi jika tugas sosial ini tidak sampai mengganggu dan menghambat tugas pokok saya, maka tidak ada yang salah dalam hal ini.

Saya sendiri sudah mengatur tugas-tugas di sekolah. Kebetulan saat ini baru selesai ujian kenaikan kelas, dan menjelang pembagian rapor saya masih punya waktu untuk melaksanakan tugas-tugas sosial seperti ini maka saya pun memutuskan untuk ikut berpartisipasi demi Karimun juga. Kebetulan ada yang bisa saya sumbangkan. Mengapa tidak? Tugas STQ dan MTQ juga tugas pengabdian demi nama baik Karimun. "Memberikan ilmu untuk STQ dab MTQ juga sebuah panggilan tugas. Semoga saya tidak menyalahgunakan kepercayaan ini. Insyaallah!***  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan