Sabtu, 18 Mei 2013

Memanfaatkan Sarana Pendukung Pembelajaran

WALAUPUN belum lengkap secara ideal, namun sarana pra sarana sekolah yang ada seharusnya dapat diefektifkan pemanfaatannya oleh sekolah. Selain Ruang Kegiatan Belajar (RKB) sekolah memerlukan sarana pendukung seperti ruang laboratorium, misalnya. Tapi tidak semua sarana pendukung untuk praktek itu sudah dimilkiki sekolah secara lengkap.



Untuk sebuah sekolah setingkat SMA umpamanya, ruang labor yang dibutuhkannya antrara lain Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Bahasa, Komputer, IPS dan tentu saja Perpustakaan. masing ruang-ruang itu tentu wajib pula dilengkapi dengan alat dan sarana prakteknya. Nah, sekolah yang sudah lengkap dengan ruang dan alat-alat itu belumlah seberapa.

Dalam keadaan kekurangan seperti itulah seorang guru diharapkan dapat memanfaatkan segala sarana pra sarana yang kurang itu seefektif mungkin. Guru-guru IPA (Biologi, Fisika, Kimia) misalnya jika di sekolahnya hanya ada sebuah ruang labor maka pakailah ruang yang satu itu untuk praktek bersama dengan cara bergantian, tentunya. Tidak perlu mengeluh apalagi berontak dengan tidak melaksanakan praktek labor.

Guru boleh saja mengeluh atau protes ke pihak sekolah atau ke Pemerintah yang tidak juga kunjung melengkapi ruang labor yang diperlukan. Dalam keadaan anggaran pendidikan yang melimpah dari Pusat sampai ke Daerah, sekolah memang layak untuk kecewa kepada Pemerintah (Kemdikbud) yang tidak juga melengkapkan segala sarana pra sarana itu.

Menurut catatan, memang lebih banyak sekolah yang kekurangan sarana prakteknya dari pada sekolah yang lengkap. Sebuah sekolah negeri yang sudah berdiri puluhan tahun, tidak juga kunjung lengkap ruang labornya. Di Karimun, misalnya dari puluhan sekolah negeri dan swasta yang ada (tingkat SLTA) tidak satupun sekolah yang sudah lengkap ruang labornya. Siapakah yang salah dalam keadaan demikian?

Bagi guru, yang penting mari dimanfaatkan saja segala fasilitas yang ada tanpa harus mengeluh. Lebih memakai yang kurang itu dari pada tidak sama sekali. Sikap ini penting agar peserta didik tidak dirugikan.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan