Jumat, 01 Maret 2013

Menulis itu Seperti Bermain Tenis Meja

BUAT siapa saja yang tidak terbiasa menulis pasti merasakan menulis itu sangat susah. Terasa berat sekali. Jangankan menyusun kalimat dalam satu halaman, untuk membuat satu paragraf saja begitu terasa sulitnya. Itu yang selalu dikatakan teman-teman kalau berbicara perihal membuat karya tulis. Pada umumnya menyimpulkan kalau menulis itu memang berat.
Saya setuju pada awalnya kalau menulis itu memang berat. Tapi belakangan rasanya pendapat itu mulai terasa tidak tepat seluruhnya. Sekarang, jika pun saya belum bisa menjadi penulis terkenal dengan menghasilkan banyak buku yang diterbitkan oleh penerbit-penerbit terkenal tapi rasanya membuat karya tulis sudah sedikit terasa ringan. Sekurang-kurangnya sebuah tulisan atau catatan pendek setiap harinya dapat saya buat. Minimal juga untuk dibaca sendiri.

Saya teringat seorang teman yang pintar dan hebat bermain tenis meja. Sesungguhnya saya tidak terlalu suka melihat permainan ini. Tapi itu sekian belas tahun yang lalu. Saya ingat betul kata-kata teman saya itu. "Kalau bermain tenis itu hanya tergantung pembiasaan saja." Katanya bermain tenis meja itu tidak sama dengan bermain sepakbola atau gulat, misalnya. Kalau untuk menjadi pemain sepakbola disamping bakat juga perlu pisik yang memadai. Tidak bisa menjadi pemain sepakbola yang hebat jika pisiknya tidak mendukung. Apalagi mau menjadi pegulat. Itu katanya waktu itu.

Kalau untuk menjadi pemain tenis meja, menurut rekan saya itu cukup rajin berlatih saja. Terus latihan dan latihan terus. Pagi, sore atau kalau perlu malam juga latihan. Jika sudah terbiasa berlatih maka seseorang akan bisa menjadi pemain tenis meja. Dia sendiri mengatakan kalau dia bisa main dan sering menang dalam beberapa pertandingan hanyalah karena faktor kebiasaan saja. Jadi, harus terus membiasakan bermain.

Berkaitan dengan kemampuan menulis, saya malah yakin juga sama dengan bermain tenis meja itu. Sejak di PGA, ketika saya sangat suka dan kagum kepada guru Bahasa Indonesia saya dan dia selalu memberi pujian terhadap karya-karya tulis kami, saya terus bersemangat berlatih menulis. "Jangan-jangan karena kebiasaan menulis itu pula, sekarang saya mulai merasa bisa menulis." Kalau begitu, benar kata-kata teman saya dulu kalau ingin menjadi pemain tenis meja, harus terus bermain tenis meja. Menulis pun rasa-rasanya juga sama.***

2 komentar:

  1. Betul pak. kebiasaan akan mengasah kemampuan kita lebih baik lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata peribahasa, "Alah bisa karena biasa". Artinya, sesulit apapun suatu pekerjaan, jika terus-menerus berlatih maka akan bisa juga pada akhirnya. Terima kasih rekan Badiuzzaman, atas komentarnya.

      Hapus

Silakan

Halaman