Rabu, 19 Desember 2012

Guru-guru itu Menyunat Murid-muridnya


MAAF, jangan emosi dulu menafsirkan judul tulisan ini. Ini hanyalah catatan laporan tentang sunat-sunatan yang dilaksanakan oleh para guru kepada murid-murid. Murid-murid inipun adalah anak-anak sekolah yang otomatis adalah anak-anak para guru juga.

Para guru yang saya maksud pun adalah para insan pendidik yang direpresentasikan oleh organisasi bernama PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang sudah tak asing di telinga. Organisasi inilah yang melaksanakan acara sunat-sunatan atau istilah yang selama ini lebih populer: sunatan masal itu. Persisnya PGRI Kabupaten Karimun, mengadakan kegiatan sunatan masal yang merupakan bagian dari kegiatan memperingati HUT PGRI ke-67 tahun 2012 di PGRI Kabupaten Karimun. Ini memang rada terlambat dilaksanakan tapi memang seperti itulah direncanakan. Jadi, sekedar memberi informasi saja tulisan ini saya tulis.

Pada hari Selasa (18/12) semalam adalah jadwal kegiatan sunatan masal sebagai bagian dari rangkaian acara yang sudah disusun sebelumnya bersama berbagai kegiatan HUT PGRI Karimun tahun ini. Pukul 08.00 WIB para peserta sunatan masal sudah berdatangan di tempat kegiatan. Dari catatan panitia diperoleh informasi bahwa jumlah yang akan mengikuti sunatan masal ini  ada 62 orang. Mereka merupakan anak-anak yang ditentukan oleh Pengurus Cabang dari tiga kecamatan yang ada di Pulau Karimun. Pengurus Cabang PGRI Kecamatan yang ada di Pulau Karimun adalah, 1) Pengurus Kecamatan Karimun, 2) Kecamatan Meral dan 3) Kecamatan Tebing. Kecuali PGRI Kecamatan Meral yang mengirimkan sebanyak 22 orang, dua kecamatan lainnya mengirimkan 20 orang saja. Karena satu pulau maka pelaksanaan sunatan masalnya dipusatkan di satu tempat yaitu di SD Negeri 001 Tanjungbalai Karimun, Kecamatan Karimun.

Sebelum acara 'memotong burung' anak-anak dimulai, terlebih dahulu diadakan sedikit acara seremoni pembukaannya yang langsung dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Dr. Syamsuardi, MM. Biasalah, kita kan suka membuat acara seremoni seperti ini. Dalam sambutan pembukaannya Plt Kadis Pendidikan kabupaten itu menjelaskan bahwa kegiatan ini sangatlah besar maknanya, baik bagi anak-anak yang ikut sunatan maupun bagi organisasi PGRI sendiri. "Sebagai kegiatan sosial, organisasi guru sudah seharusnya melakukannya." Lebih jauh Asisten II Setda Kabupaten Karimun itu mengatakan bahwa guru tidak hanya pintar dan berkewajiban mengajar di kelas tapi juga perlu memikirkan kegiatan sosial yang dapat disumbangkan ke masyarakat.

Sebelum sambutan Plt Kadis Pendidikan, terlebih dahulu memberikan laporan Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Karimun, H. MS. Sudarmadi, SPd MM. Dalam sambutan laporannya Pak Madi menjelaskan tentang program kegiatan PGRI Karimun dalam rangka HUT PGRI ke-67 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2012 ini. Sejak November lalu, sudah dilaksanakan berbagai kegiatan, katanya. PGRI Kabupaten Karimun ingin menunjukkan jati dirinya di tengah-tengah masyarakat Karimun khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Begitu Ketua PGRI yang jabatan dinas sehari-harinya adalah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Karimun.

Acara sunat masal PGRI Karimun merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan pengurus PGRI Kabupaten Karimun. Kegiatan sosial lainnya adalah pembagian pakaian layak pakai yang dikumpulkan dari para anggota PGRI di Pulau Karimun. Untuk pelaksanaan sunat masalnya sendiri pengurus PGRI bekerja sama dengan Puskesmas Tanjungbalai Karimun. Di bawah koordinasi dr. H. Ade Kristiawan, beberapa petugas medis Puskesmas itu menunaikan tugasnya dengan telaten, menyunat muird-murid sekolah yang sudah hadir itu.
Mengenai biaya dan dana yang dipakai dalam kegiatan sunat masal ini menurut pengurus PGRI adalah sumbangan para donatur dan simpatisan PGRI. Ada sumbangan bupati, wakil bupati, sekda Karimun dan beberapa Kepala Dinas di SKPD Kabupaten Karimun. Bahkan para pengurus PGRI Kabupaten dan Kepala Sekolah ikut menyumbangkan dana untuk kepentingan ini. Hebatnya, setiap pengurus minimal harus membiayai satu orang anak. Setiap anak memerlukan biaya sebesar Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang dipakai untuk biaya medis ditambah oleh-oleh untuk setiap anak dalam bentuk uang dan kain sarung.

Alhamdulillah kegiatan sunat masal ini berjalan dengan lancar dan aman. Para orang tua yang ikut mendampingi anak-anaknya tampak bergembira sekali karena anaknya dapat bersunat rasul atas biaya PGRI. "Syukur sekali, kami tidak lagi mengeluarkan biaya apapun untuk keperluan sunat rasul ini," jelas salah seorang ibu yang anaknya ikut sunatan masal. Semoga kegiatan sosial ini berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.***
Artikel yang sama di http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/12/19/guru-guru-menyunat-anak-anak-511898.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan

Halaman